Pembangunan Drainase Kecamatan Biru-biru Asal Jadi

0
153

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Proyek pembuatan saluran drainase yang di Jalan Besar Biru-biru atau tepatnya di Desa Tanjung Sena (Kecamatan Biru-biru), yang didanai oleh uang rakyat bersumber dari APBD Kabupaten Deliserdang, dibangun asal jadi. Ini menimbulkan tanda tanya di kalangan sejumlah warga setempat dan yang melintasinya.

“Bangunan drainase ini diperkirakan tidak akan bertahan lama karena dibangun asal jadi saja,” bilang Tia Ginting (43), warga setempat, kepada sejumlah wartawan di lokasi.

drainaseMenurut Ginting, kejanggalan terlihat dengan kasat mata. Material batu yang digunakan kebanyakan adalah batu apung. Belum lagi pengerjaan proyek yang disinyalir tidak sesuai dengan bestek. Perbandingan percampuran antara batu, pasir dan semen tidak seimbang.

“Batu dan semen yang digunakan hanya sedikit, kebanyakan pasirnya. Ketebalan dinding pencoran juga ada yang hanya memiliki ketebalan sekira 5 cm. Hal itu terlihat pada bangunan drainase yang dulunya telah dibangun oleh warga parit di depan rumahnya masing-masing dengan permanen. Lebarnya juga tidak sampai 1 meter. Kedalamanya diperkirakan hanya sekira 1 m lebih,” paparnya.

Akibat pengerjaan yang dilakukan tidak berkawaitas, sehingga dikawatirkan bila suatu saat air membeludak, dipastikan bangunan parit tersebut akan ambruk dan kembali menutupi saluran parit.

“Bisa dibilang pembangunan drainase hanya percuma alias hanya menghamburkan anggaran saja. Ini harusnya menjadi perhatian pihak legislatif, eksekutif dan judikatif. Karena diduga sudah melanggar perjanjian kontrak,” tambah warga lainnya.

Menurut salah satu kepala tukang saat diwawancarai oleh Sora sirulo di lokasi, proyek pembuatan drainase tersebut dikerjakan oleh CV Widya Kencana bersumber dari dana APBD Kabupaten Deliserdang sebesar Rp 198.550 juta.




“Kalau panjang proyek ini 182 Meter, kedalaman 1,5 meter. Lebarnya 1 meter. Sementara tebalnya 15 cm,” kata kepala tukang yang enggan menyebutkan namanya kemarin dulu [Sabtu 8/10].

Ketika ditanya lebih jauh mengapa bangunan dimaksud tidak sesuai dengan spesipikasi yang disebutkan, wartawan disarankan agar menemui langsung pemborongnya.

“Pemborongnya Pak Dody, bang, warga Pasar 5 Tembung. Sebentar lagi datang koq dia,” sambungnya.

Pantauan Sora sirulo [Minggu 9/10], amburadulnya proyek pembangunan drainase bukan hanya terdapat di Desa Tanjung Sena saja. Bangunan yang sama terdapat di Pasar 1, Desa Sidomuliyo (Kecamatan Biru-biru) juga terlihat dikerjakan asal jadi.




Leave a Reply