Imanuel SitepuIMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Inilah akibatnya kalau suka bercanda saat mengemudi. Seperti dialami oleh Widi (14) dan Heru Setiawan (14), keduanya pelajar Kelas VIII SMPN 1 Namorambe (Kecamatan Namorambe, Deliserdang). Tulang kaki dan tangan mereka mengalami patah tebu akibat sepeda motor yang mereka kendarai menabrak tembok.


Informasi diperoleh di lapangan, kecelakaan tersebut terjadi di Desa Ujung Labuhan (Kecamatan Namorambe) sesudah keduanya pulang sekolah [Senin 10/10: sekira 13.30 wib]. Widi menaiki Yamaha Vixion BK 2501 ABI dan Heru menunggangi Yamaha Mio Soul BK 5493 MZ hendak membeli ikan nila di salah satu lokasi Kolam Pancing di Kawasan Namorambe.

Setibanya di jalan menikung, stang sepeda motor mereka saling bersenggolan. Jelas saja, kedua anak tanggung yang berjalan beriringan dalam kecepatan tinggi ini, tidak dapat mengusai kemudi. Tak ayal lagi, keduanya langsung menabrak tembok gorong-gorong di pinggir jalan.

“Saya pas di warung dan melihat keduanya menabrak tembok. Sebelumnya, saya melihat kedua anak SMP itu datang beriringan dari arah Namorambe menuju Medan. Pas di tikungan manis daerah Ujung Labuhan, keduanya terjatuh,” kata R. Sidauruk (42) warga sekitar.




Hal sama juga dikatakan Nela (15) saksi mata lainya.

“Begitu nabrak tembok, keduanya langsung pingsan tak bergerak. Tangan dan kaki keduanya patah-patah. Warga tadi cepat membawanya ke ahli patah tulang di Desa Jati Kesuma,” sebutnya.

Sementara menurut korban Widi, saat itu, ia bersama temannya Heru hendak membeli ikan Nila.

“Begitu pulang sekolah, saya dan Heru hendak membeli ikan nila di kolam pancing Dewa Angga. Pas di TKP sepeda motor Vixion yang saya tunggangi nabrak tembok, bang. Setelah nabrak tembok, saya tidak tahu lagi apa-apa karena pingsan,” tuturnya.








Leave a Reply