rikwan sinulinggaRIKWAN SINULINGGA. SIMPANG EMPAT. Hujan gerimis yang berlangsung cukup lama hari ini [Minggu 16/10] memberikan kebahagiaan tersendiri bagi petani di Dataran Tinggi Karo. Mengingat curah hujan sangat sedikit sejak Maret 2016 di seluruh Dataran Tinggi Karo, hari ini merupakan harapan baru bagi petani daerah ini.

Selama ini, para petani sudah hampir putus asa karena hujan tak kunjung datang, khususnya di Kecamatan-kecamatan Tigabinanga, Laubaleng dan Mardingding. Mereka megeluhkan tanaman jagung yang sudah ditanam 1 bulan lalu tak kunjung disiram hujan bahkan di sebagian lahan petani jagung sudah terlihat lunglai karena kekeringan.

Di Kecamatan Simpang Empat, petani juga mengeluhkan tanaman padi yang tak kunjung tumbuh karena kurangnya hujan. Demikian juga di daerah Kecamatan-kecamatan Merek, Berastagi, Merdeka, dan Kabanjahe, petani sudah mulai was-was dengan tanaman kentang, tomat, cabe dan sayuran yang juga pertumbuhannya tidak normal bahkan sebagian mati menguning.




“Hujan hari ini rasanya cukup menyambung hidup kembali tanaman petani Karo,” tutur Pak Brahmana, salah seorang petani di seputaran Simpang Empat.

Kondisi hujan hari ini memang hanya gerimis, namun berlangsung cukup lama. Mulai turun hujan sekitar Pukul 12.00 wib dan berhenti pada pukul 20:00 wib. Di sepanjang Jalan Simpang Doulu ke Simpang Empat udara lembab masih sangat terasa dengan kabut tebal dan lembab. Kondisi ini sedikit menghambat perjalanan para pengendara dan jarak pandang hanya sekitar 50 meter karena kabut tebal.

Udara yang cukup dingin ini disertai angin yang masih lumayan kencang membuat suhu udara mencapai 19°C. Namun, ini akan memicu semangat kembali para petani di seluruh Dataran Tinggi Karo atau disebut Taneh Karo Gugung.

Sampai saat ini [Pukul 23.30 Wib], Kecamatan Simpat Empat sekitarnya masih disiram hujan gerimis disertai angin kencang.








Leave a Reply