Pengaspalan Jalan Lingkar Delitua Amburadul

1
325

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Proyek pengaspalan jalan lingkar di Kecamatan Delitua (Kabupaten Deliserdang) dikerjakan asal jadi alias amburadul. Miliyaran rupiah uang rakyat yang bersumber dari APBD Deliserdang diduga terbuang sia sia.

Seperti hasil pantauan wartawan Sora Sirulo di Jl. Bayur Delitua [Kamis 20/10: Sore], tampak aspal yang dituang dari dalam dump truck sudah menggumpal dan membatu karena kepanasannya telah kurang dari 100 derajat Celcius. Pun demikian, pekerja terlihat tetap memaksakan menebar aspal di badan jalan meski sudah tidak berkwalitas lagi.

aspal-membatu
Tampak aspal yang telah dingin (membatu) masih dipergunakan untuk membangun jalan lingkar Delitua.

Tidak profesionalnya pihak pemborong dalam mengerjakan proyek menuai protes dari warga setempat karena diyakini aspal yang ditabur tidak akan bertahan lama.

“Saya memastikan pengaspalan jalan ini tidak akan bertahan lama karena dibangun asal jadi dan tidak sesuai prosedur,” kata Gemilang Ginting (45) warga setempat di lokasi.

Seharusnya, kata Gemilang Ginting yang mengaku sudah lama bergelut dalam jasa kontraktor seperti pengaspalan jalan ini, dalam melakukan pengaspalan dengan cara hotmix, semestinya dilakukan 4 langkah. Sebelum aspal hotmix ditebar ke badan jalan, terlebih dahulu disiram dengan aspal cair menggunakan aspal sprayer. Setelah aspal ditebar, kemudian di pinisir. Lalu ditandem dan terakhir digilas dengan pemadat.

“Namun, yang terlihat di lapangan, pihak pemborong hanya menggunakan pinisir dan pemadat. Mirisnya lagi, alat pemadat yang diturunkan ukuranya sangat kecil. Ini jelas-jelas telah melanggar aturan tender,” bebernya lagi.

Yang paling disesalkan oleh Gemilang Ginting adalah bahwa aspal hotmix yang dibawa dengan armada dump truck sudah menggumpal seperti batu, tetapi tetap dipergunakan untuk mengaspal jalan. Dia juga disesalkan oleh tidak adanya terlihat plank proyek di lokasi sehingga publik tidak mengetahui berapa anggaran, ketebalan, dan panjang jalan yang akan diperbaiki.




“Itu adalah dampak aspal telah dingin sebelum ditebar. Seharusnya kepanasan aspal di atas 100 derajat Celcius. Biasanya kalau hal itu terjadi, aspal dikembalikan ke pabrik. Bila dipaksakan, kwalitas pengaspalan rendah atau cepat terkelupas,” beber Ginting.

Lanjut dikatakan, dalam membangun jalan, standart ketebalan aspal AC/BC memiliki ketebalan 5,6 Cm dan AC/WC 3,8 Cm.

“Sewaktu kita lihat di lapangan setelah dipadatkan, ketebalannya dipastikan tidak akan diperoleh sesuai dengan standard,” tuturnya seraya berharap agar aparat pengak hukum menindak pemborong yang mengerjakan proyek Jalan Lingkar Delitua tersebut.








1 COMMENT

  1. Indikasi kurang pengawasan atau tipu tipu yg masih marak dalam pengerjaan proyek jalan. Sangat merugikan Rakyat dan Negara tapi memperkaya segelintir orang jika proyek tdk sesuai standard kwalitas sebenarnya.

Leave a Reply