M.U. Ginting“Masa Presiden enggak boleh salah? Presiden kan manusia biasa,” tutur Jokowi terkait ucapannya yang seharusnya Yahukimo jadi Yakuhimo dan Panimbang jadi Patimbang.

Nama kota/ tempat di satu daerah pastilah sesuai dengan kultur dan bahasa setempat, seperti Yahukimo di Papua dan Panimbang di Jabar. Orang luar pastilah gampang bikin ucapan keliru karena bukan dari kultur setempat. Karena itu juga, maka ada pepatah ‘lain padang lain belalangnya, lain lubuk lain ikannya’. He he he he.

Jokowi bikin ucapan yang lain dari bunyi bahasa lokal, dan pastilah cepat  reaksi orang lokal. Tetapi presiden Jokowi menerima kritikan dengan santai saja, karena jokowi-47memang salah mengucapkannya, sambil bilang ‘masa presiden gak boleh salah, kan presiden orang biasa juga katanya santai, malah menghibur hadirin.

Kesederhanaan dan sikap kerakyatan Jokowi sebagai presiden memang sangat istimewa, terutama bagi negeri-negeri Barat sangat mengagumi. Mereka bisa membandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya, yang memang berkelakuan seperti presiden. Jokowi tetap saja seperti Jokowi sebelum presiden. Diapun tidak pernah memikirkan bagaimana bertingkah seperti presiden. Itulah keluarbiasaan Jokowi, atau itulah juga sebagian dari sinar revolusi mentalnya.

Banyak bangunan yang Jokowi kerahkan sepenuhnya pikiran dan tenaganya, jalan raya/ tol di luar Jawa, irigasi/ pengairan yang memang sangat dibutuhkan oleh petani Indonesia dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan, padi/ beras yang makanan utama itu. Perang terhadap Narkoba, kebakaran hutan, korupsi dan terakhir Pungli, telah berhasil menghidupkan kembali harapan bagi rakyat Indonesia.

Demikian juga tax amnesty. Tadinya banyak orang Indonesia sangat skeptis. Terlihat sekarang ternyata malah bikin lebih optimis karena pengaruh positif tax amesty, dibandingkan dengan pengaruh negatifnya seperti pikiran yang menganggap tax amnesty hanya akan melegalkan koruptor atau uang korupsi atau cuci uang. Seperti direktur pajak sendiri berkata, ada Rp. 150 T dari simpanan pribadi masuk dan didaftarkan ke kantor pajak. Wow, tanpa susah-susah cuci uang dengan tax amnesty sudah bersih sendiri duit Rp. 150 T ha ha ha.




Kota Singa yang sejak semula memang menentang tax amnesty ini, malah mengatakan bahwa cara ini memang ‘cuci uang’. Singapura memang sangat merasakan tax amnesty Indonesia itu, banyak bank di Singapura tak punya likuiditas yang cukup karena uangnya pindah ke Indonesia.

Banyak negeri lain yang bikin tax amnesty tetapi yang paling sukses dari semua itu kelihatannya memang Indonesia Jokowi ini. Memang terkilas juga kadang dalam hati kita kalau Jokowi itu punya nasib baik dalam menjalankan kepresidenannya. Kelihatannya nasib baiknya itu mengikutkan juga perbaikan nasib rakyat Indonesia. Mudah-mudahan bisa bernasib baik terus.








Leave a Reply