Kejatisu Diminta Usut Proyek Pengaspalan Jalan Lingkar Delitua

0
157

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Sebuah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) meminta Kejatisu mengusut proyek pengaspalan jalan lingkar Kecamatan Delitua yang menghabiskan anggaran hingga Miliyaran rupiah. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua LSM RCW (Republik Coruption Wacth), RK Purba, menjawab wartawan kmarin [Senin 24/10: Siang].


“Jika memang benar sebagian aspal yang seharusnya diperuntukan untuk memperbaiki jalan lingkar Delitua dialihkan ke sejumlah rumah warga, ini jelas-jelas sudah merupakan pelanggaran dan melawan hukum. Ini perlu diusut,” jelas Purba.

Oleh karena itu, tamabah Purba, Kejatisu sebagai salah satu lembaga penegak hukum terutama dalam pemberantasan korupsi, jangan tinggal diam. Apa lagi, pengerjaan pengaspalan jalan yang dilakukan pemborong, juga disinyalir asal jadi alias amburadul, kata Purba.

delitua
Tampak aspal sebagian ditabur di depan emperan toko milik warga

Seperti diberitakan sebelumnya, pengerjaan pengaspalan jalan lingkar Delitua yang bersumber dari dana APBD Deliserdang diperkirakan menelan biaya hingga Rp 5 Miliyard dikerjakan asal jadi. Tidak profesinalnya pihak pemborong dalam mengerjakan proyek, menuai protes dari warga setempat karena diyakini aspal yang ditabur tidak akan bertahan lama.

“Saya memastikan pengaspalan jalan ini tidak akan bertahan lama karena dibangun asal jadi dan tidak sesuai prosedur,” kata Gemilang Ginting (45) warga setempat di lokasi kepada wartawan Sora Sirulo.

Seharusnya, kata Gemilang Ginting yang mengaku sudah lama bergelut dalam jasa kontraktor seperti pengaspalan jalan, dalam melakukan pengaspalan dengan cara hotmix, semestinya dilakukan 4 langkah. Sebelum aspal hotmix ditebar ke badan jalan, terlebih dulu disiram dengan aspal cair menggunakan aspal sprayer. Setelah aspal ditebar, kemudian dipinisir. Lalu ditandem dan terakhir digilas dengan pemadat.

“Namun yang terlihat di lapangan, pihak pemborong hanya menggunakan pinisir dan pemadat. Mirisnya lagi, alat pemadat yang diturunkan ukuranya sangat kecil. Ini jelas-jelas telah melanggar aturan tender,” bebernya lagi.

Yang paling disesalkan oleh Gemilang Ginting, aspal hotmix yang dibawa dengan armada dump truck sudah menggumpal seperti batu tetapi tetap dipergunakan untuk mengaspal jalan. Belum lagi tidak adanya terlihat plank proyek di lokasi sehingga masyarakat tidak mengetahui berapa anggaran, ketebalan, dan panjang jalan yang akan diperbaiki.




“Itu adalah dampak aspal telah dingin sebelum ditebar. Seharusnya kepanasan aspal di atas 100 derajat Celcius. Biasanya kalau hal itu terjadi, aspal dikembalikan ke pabrik. Bila dipaksakan, kwalitas pengaspalan tidak berkawalitas atau cepat terkelupas,” beber Ginting.

Lanjut dikatakan, dalam membangun jalan, standard ketebalan aspal AC/BC memiliki ketebalan 5,6 Centimeter dan AC/ WC 3,8 Centimeter.

“Namun sewaktu kita lihat di lapangan setelah dipadatkan, ketebalannya dipastikan tidak akan diperoleh sesuai dengan standard,” tuturnya seraya berharap agar aparat pengak hukum menindak pemborong yang mengerjakan proyek Jalan Lingkar Delitua tersebut.




Leave a Reply