Kolom Herlina Surbakti: Pendidikan Karakter untuk Anak-anak

1
232

 

karakter

 

herlina 3Suatu hari bersama anak-anak Desa Doulu (Dataran Tinggi Karo). Saya mulai dengan pertanyaan: “Siapakah yang mau menjadi orang yang sukses di kelas ini?” Semua anak mengacungkan tangan mereka. Kemudian saya tanya lagi: “Apakah kalian tahu bagaimana untuk mencapai sukses?” Serentak mereka menjawab: “Tidak, Miss Karo”.

Lalu saya katakan, banyak tingkah laku yang harus dipelajari dan praktekkan untuk mencapai sukses. Salah satunya adalah “KEPEDULIAN” terhadap orangtua kita.

Tahukah kalian caranya bagaimana menunjukkan kepedulian kepada orangtua?

“Tidak, Miss Karo,” kata mereka.

Misalnya, apabila nande ras bapa kena pulang dari bekerja di ladang dan di sawah, anak anak membuatkan minuman untuk ayah atau ibu. Kira-kira mereka senang apa tidak.

“Senang, Miss Karo,” kata mereka.

Kemudian, saya bertanya lagi apakah ada anak-anak menujukkan kepedulian kepada orangtua dengan cara yang lain?

karakter-2Semua anak laki-laki dan perempuan mengacungkan tangan mereka. Ketika saya tanya, mereka menjawab dengan jawaban yang mengagumkan. Saya biasanya mengajar anak-anak sekolah internasional yang tinggal di Jakarta, terdiri dari anak anak diplomat dan anak anak konglomerat. Ternyata anak-anak di lereng Gunungapi Sibayak ini, baik anak perempuan maupun laki-laki, sudah biasa bekerja di sawah dan ladang membantu orangtua.

Anak-anak perempuan juga sudah mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, membersihkan rumah dan memasak nasi. Mereka semuanya adalah anak-anak yang mandiri.

Anak laki semuanya pemberani. Ketika secara kelompok saya meminta mereka untuk mempresentasikan pelajaran yang sedang dipelajari, anak-anak perempuan biasanya lebih pemalu. Tetapi, ketika saya katakan “MANUSIA PEMBERANI” adalah salah satu dari ciri-ciri manusia sukses mereka langsung memberanikan diri.

karakter-3
Pengangkutan hasil pertanian (sayur-sayuran) dari Desa Doulu ke pasar terdekat (Berastagi) atau langsung ke Medan.

Mereka semua adalah anak-anak yang sangat expressif. Saya memang baru mengalami ini di desa dengan anak-anak desa Lembah Sibayak tetapi saya sangat yakin ini adalah karakter yang dimiliki oleh anak-anak desa di Dataran Tinggi. Kalau dibina dengan baik mereka akan menjadi pemuda-pemudi yang tangguh dan gigih, menjadi mampu untuk bertindak jujur dan dapat dipercaya.

Mereka mampu mengatur hal-hal dalam cara yang teratur, bersahabat, bertanggungjawab dan bisa dipercaya dengan hal-hal yang penting. Selalu melakukan yang terbaik dan menunjukkan kepedulian terhadap orang lain yang dapat bekerjasama untuk mencapai tujuan dan melakukan yang terbaik. Mereka akan mampu mengubah rencana dengan senang hati dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi.




Mereka juga akan mampu menemukan dan mempelajari informasi baru, mampu mengetahui cara terbaik untuk memperbaiki situasi yang sulit dan mampu menghadapi bahaya atau masalah dengan kepercayaan diri, keberanian dan pengendalian diri. Mereka akan mampu mengerjakan sesuatu dengan tekad karena itu memang perlu dikerjakan tanpa harus disuruh.

Apabila karakter-karakter di atas sudah kita tanamkan kepada diri anak-anak kita sejak usia dini, ditambah pula dengan kemampuan bahasa Inggris yang memadai, saya yakin anak-anak kita ini akan dapat beradaptasi dengan perubahan global yang terus menerus terjadi. Generasi inilah yang diharapkan yang merancang Kurikulum 2013 sebagai GENERASI EMAS bangsa Indonesia.








1 COMMENT

Leave a Reply