Kolom Aletheia Veritas: HANTU

0
112

halowen

 

Aletheia 1Percaya atau tidak, banyak membaca ternyata mampu menghilangkan rasa takut dan seram terhadap hal-hal yang horor, hantu dan teman-temannya. Saya telah mengalami sendiri.

Ketika masih kecil dan tinggal di kampung halaman, saya masih takut dan merasa ngeri setiap kali mendengar cerita-cerita hantu. Rasa yang berbeda hadir setelah ‘tergila-gila’ dengan banyak bacaan terutama Filsafat. Saya nyaris lupa bahwa ada yang bernama hantu, kuntilanak, atau genderuwo. (Ngomong-ngomong, tiap komunitas kultur baik etnis maupun religi, punya penamaan terhadap hantu dan yang horor. Orang-orang British punya drakula hahahaha).

Pernah suatu kali, ketika masih kuliah di Kota Pelajar, teman-teman satu kos sedang sibuk dan heboh menonton film-film horor. Setelahnya, ada yang tak berani tidur sendiri-lah, ada yang tak berani ke kamar kecil-lah, bahkan ketika listrik padam, ada yang menjerit-jerit. Lantas, saya bagaimana? Kalau listrik padam, ya, lanjut tidur hehehe (Nonton dan bayar kok malah untuk ‘menyiksa’ diri) hihihi…

Cerita yang lucu juga terjadi, ketika di malam hari saya berjalan kaki dengan teman. Agaknya, saya melihat sesuatu yang janggal di bawah pohon. (Saya tak mengatakan hantu lho ya!) Setelah saya cerita dan menunjuk pohon ke teman, eh malah dia yang lari terbirit-birit, sementara saya ditinggal melongo hahahaha. Ini cerita betulan.




Tapi cerita hantu dan kumpulannya tetap saja menarik. Barangkali ‘di-mitos-kan’ sebagai sebuah upaya mempertahankan ‘status quo’ kelompok kepentingan tertentu. Sebagai sebuah ‘metode’ untuk menjelaskan realitas yang tak selalu rasional, justru kebanyakan irasional. Bahkan ‘mereka’ pun kini dikomodifikasi untuk kepentingan bisnis seperti film-film horor, bahkan acara ‘uji nyali’ di televisi.

Tapi tetap saja, saya tak suka menonton film-film horor dan tak berniat membahas hantu.

Eh, ngomong-ngomong sebentar lagi Halloween. Pakai kostum apa, ya? hihihihiii








Leave a Reply