Imanuel SitepuIMANUEL SITEPU. DELITUA. Desakan agar Kejatisu segera mengusut proyek pengaspalan jalan lingkar Kecamatan Delitua bukan hanya dilontarkan anggota LSM RCW (Republik Coruption Wacth), R.K. Purba, tapi juga datang dari anggota DPRD Deliserdang (Komisi B), Timur Sitepu Amd.

Timur Sitepu menyampaikan hal kepada wartaan Sora Sirulo melalui selularnya [Rabu 26/10: sekira 15.00 wib].

“Jika memang benar pengaspalan jalan dikerjakan asal jadi, kita juga ikut mendesak agar Kejatisu mengusut proyek pengaspalan jalan lingkar Delitua yang tidak sesuai dengan aturan main,” sebut politisi Partai PDI Perjuangan ini.

aspal-membatu
Aspal yang membatu.

Sesuai dengan yang saya ketahui, dalam pengerjaan proyek pengaspalan jalan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Pada langkah awal, bagian badan jalan terlebih dahulu ditabur dengan batu (pecah) beskos, selanjutnya digilas dengan menggunakan alat pengeras. Setelah batu pecah rata, selanjutnya disiram dengan aspal cair hingga merata. Kemudian ditabur dengan aspal hotmix yang memiliki kepanasan di atas 100 derajat Celcius.

“Jika suhunya kurang dari 100 derajat Celcius, maka aspal akan membatu sebelum ditebar ke badan jalan sehingga tidak mengikat satu dengan yang lainnya,” tambahnya.

Nah, begitu aspal hotmix telah ditebar, kemudian dipinisir, lalu ditandem dan terakhir diratakan dengan alat pemadat. Itu sudah menjadi ketentuan setiap melakukan pengaspalan dengan aspal hotmix.




“Jika pihak pemborong tidak melakukan langkah-langkah seperti itu, dipastikan jalan tidak akan bertahan lama. Bisa dipastikan, pihak pemborong telah melakukan korupsi. Karena anggaran untuk menyewa alat berat untuk pembuatan jalan yang semula telah dimasukkan dalam perjanjian kontrak, justru tidak dipakai di lapangan. Artinya, uang puluhan juta tersebut dimasukan ke dalam kantong sendiri,” bebernya.

Lanjut dikatakan, sebagai wakil rakyat, dia sangat keberatan bila ada terdengar dana APBD Kabupaten Deliserdang, yang notabenenya bersumber dari uang rakyat, dipergunakan tidak sesuai dengan ketentuan. Apalagi, pihak pemborong sengaja main kucing-kucingan dengan tidak menempelkan papan plank proyek di sekitar lokasi.

“Saya kian miris mendengarnya begitu mengetahui kalau sebagian aspal hotmix justru diperuntukan ke tempat lain bukan memperbaiki jalan lingkar Delitua. Saya akan sampaikan ini nantinya dalam rapat dewan dan akan memanggil Dinas PU Deliserdang,” tuturnya mengakhiri.








Leave a Reply