imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Sudah berulangkali warga yang berdomisili di Kecamatan Namorambe (Deliserdang) kehilangan ternak. Sudah sekira 19 ekor lembu milik warga rahib disikat maling. Tak kuasa menahan kekecewaannya, merekapun mendatangi Mapolsek Namorambe [Jumat 28/10: sekira 10. 00wib].


Sebelumnya, di pagi dini hari [Jumat 28/10: sekitar 03.00 wib], 4 ekor lembu milik warga Desa Rumah Mbacang (Kecamatan Namorambe) disikat maling. Keempat ekor lembu itu adalah milik Padan Sembiring (31) dan Manda Sembiring (25), keduanya warga Dusun 1 Desa Rumah Mbacang.

“Sudah lebih 6 kali warga kehilangan ternak lembu. Total lembu yang hilang sudah 19 ekor, bang. Masing masing di Desa Cinta Rakyat (5 ekor), Desa Kuta Tengah (3 ekor), Desa Jati Kesuma (2 ekor), dan Desa Gunung Kelawas (5 ekor). Tadi malam di Desa Rumah Mbacang 4 ekor,” kata warga.

lembu-13
Saat warga mendatangi Polsek Namorambe.

Sementara, menurut korban Padan Sembiring, ia kehilangan 3 ekor lembu miliknya saat berada di dalam kandang yang terletak persis di samping rumahnya.

“Kejadiannya pas hujan tadi malam. Padahal, sebelum hujan saya masih sempat melihat lembu saya dengan cara menyenternya. Begitu hujan deras saya pun tertidur, sehingga saya tidak mendengar lembu saya ditarik maling,” tutur Padan Sembiring.

Padan mengetahui kehilangan lembu sekira 06.00 wib ketika korban bangun pagi. Saat itu, ketiga ekor lembu miliknya yang ditaksir seharga Rp 45 juta sudah tidak ada lagi di kandang.

“Mengetahui lembu saya sudah hilang, pagi itu juga saya langsung mendatangi kepala desa. Entah mengapa, ratusan warga sudah mengerumuni rumah Kades,” tutur Padan.

Hal senada juga dikatakan korban Manda Sembiring. Manda juga kehilangan seekor lembu bersamaan dengan Padan Sembiring kehilangan hewan ternaknya.

“Meski hilang satu, tapi saya masih untung. Karena lembu saya di dalam kandang ada 3 ekor. Kalau dinilai dari duit, lembu saya yang hilang seharga Rp 17 juta,” tutur Manda.

Kepala Desa Rumah Mbacang, Edy Suranta Sembiring saat diwawancarai di Polsek Namorambe mengaku tak habis pikir karena warganya telah berulangkali kehilangan ternak lembu.

“Saya pun bingung, kok tiba-tiba banyak warga dari berbagai desa yang datang ke Polsek Namorambe. Mungkin karena di Kecamatan Namorambe sudah banyak lembu yang berhilangan,” tutur Kades.

Kekecewaan Kepala Desa Rumah Mbacang juga dirasakan puluhan warga. Warga pun menuding Polsek Namorambe tidak bekerja dengan serius sehingga maling ternak bebas keluar masuk wilayah hukum Polsek Namorambe.

“Polisi lamban bekerja. Terutama Bhabinkamtibmas. Bhabinkamtibmas kalau datang ke desa hanya siang hari, itu pun hanya berfoto-foto dengan warga di warung, setelah itu pergi. Kami warga meminta kepada Kapolres Deliserdang AKBP Robert Da Costa agar menindak Polisi Desa yang hanya datang ke desa berfoto-foto saja untuk melengkapi laporan,” bilang P. Barus (42) salah satu warga.




Lanjutnya, selain personil Bhabinkamtibmas, mereka juga meminta kepada Kapolres Deliserdang agar menegur Aiptu TKK yang berbicara kurang sopan kepada warga yang sudah kehilangan ternaknya.

“Sudah tau ternak kami berulangkali hilang, tapi Aiptu TKK malah berkata, “ntah kalian jualnya lembu kalian itu pada malam hari, biar jangan ketahuan istri kalian, kalian bilang hilang,” ujar warga menirukan ucapan Aiptu TKK.

Masih kata warga, kalau tidak memikirkan dia seorang Polisi, warga sudah menghajarnya.

“Ucapanya itu telah melukai hati kami. Ucapanya tidak pakai perasaan dan tidak memiliki tata krama dan sopan santun. Polisi macam apa itu,” sebut warga berang.

PJS Kapolsek Namorambe Iptu G Karo-karo ketika dikonfirmasi mengatakan: “Kita sudah menerima aspirasi warga. Kita sudah sepakat agar Bhabinkamtibmas mendatangi desanya masing-masing pada malam hari. Kita juga akan menggiatkan patroli pada malam hari,” tuturnya.








Leave a Reply