Cafe dan Hotel Digerebek, Cewek Malam dan Hidung Belang Kalang Kabut

0
466

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. MEDAN TUNTUNGAN. Dalam upaya menindak maraknya prostitusi di wilayah hukum Polsek Delitua, Muspika Kecamatan Medan Tuntungan lakukan razia di berbagi cafe dan hotel di sepanjang Jl. Setia Budi (Medan Tuntungan) [Minggu 30/10: sekitar 01.00 wib]. Setidaknya, 37 perempuan malam dan 9 pria hidung belang terjaring dalam razia ini.


“Ini adalah salah satu upaya kita dalam mengurangi penyakit masyarakat dan prostitusi. Ini kita lakukan karena banyaknya laporan warga tentang maraknya WTS jalanan di sepanjang Jl. Setia Budi,” bilang Kapolsek Delitua AKP Wira Prayatna.

wtsMenurut AKP Wira, wanita malam yang paling banyak terjaring di lokasi  Cafe Nini Para yang terletak di Jl. Setia Budi.

“Dari Cafe Nini Para kita mengamankan puluhan cewek cafe dan semua nanti kita data di kantor camat,” bebernya.

Selain di cafe tersebut, sejumlah pasangan bukan suami istri juga diamankan dari sejumlah hotel yang terdapat di sepanjang Jl. Setia Budi.

“Saat dilakukan pendataan, setidaknya 37 cewek malam dan 9 orang pria kita tangkap untuk diproses,” tambahnya.

Nita beru Tarigan, warga Jl. Setia Budi, sangat mendukung razia yang dilakukan Muspika Medan Tuntungan ini.

“Mulai dari penggrebekan sampai di kantor camat, kami warga mengikutinya terus. Maunya camat Medan Tuntungan jangan panas panas taik ayam saja. Kalau memang mau membrantas, brantas semua. Biar bumi Tuntungan ini bebas dari penyakit masyarakat” cetusnya.




Lanjut dikatakannya, soalnya, mereka warga sekitar sudah sangat resah dengan perlakuan WTS. Soalnya, kalau datang hidung belang yang duitnya kurang, para WTS itu bisa bersenggama di belakang-belakang rumah mereka atau pun di tempat-tempat kosong tanpa memperdulikan siapa pun.

Camat Medan Tuntungan Gelora KP Ginting saat diwawancarai mengatakan, razia pekat yang laksanakan merupakan upaya menjadikan Medan Tuntungan bebas dari Prostitusi.

“Bagi para WTS dan hidung belang yang berhasil melarikan diri dihimbau agar jangan lagi melakukan perbuatannya. Karena razia akan kita lakukan secara berkelanjutan. Setelah kita lakukan pendataan, dari seluruh cewek malam yang terkena razia, ada 9 yang bekerja sebagai PSK, mereka adalah Nona, Riski, Maria, Rita, Sari, Yenny Siringo-ringo, Nurhayati, Ranti Pandiangan dan Ayu. Kesembilanya akan kita kirim ke Parawasa di Berastagi untuk dibina,” tuturnya mengakhiri.




Leave a Reply