Kolom M.U. Ginting: KEPRIBADIAN BANGSA

0
270
surdam-karo
Mahansa Sembiring saat menunggu giliran tampil di pentas dalam pertunjukan Sanggar Seni Sora Sirulo.




M.U. Ginting“Kalau hal ini dibawa ke ranah hukum harus jelas bukti dan pelanggaran seperti apa yang dilakukan,” ujar praktisi hukum pidana Albert Aries dalam diskusi bertajuk ‘Ahok dan Penodaan Agama dalam Perspektif Hukum di Indonesia’ di Gedung Prakarti Center,  Jakarta Pusat [Rabu 2/11], sebagaimana dirilis oleh merdeka.com.

Tudingan penistaan agama harus benar-benar bisa dibuktikan dengan jelas dan bukan sekadar pandangan saja”.

Yang sekarang terjadi ialah hanya ‘sekadar pandangan saja’ dan membawa ke demo ‘penistaan agama’ yang mau dibikin besar-besaran oleh FPI. Peneliti Setara Institute Ismail Hasan menilai, persoalan ini sengaja dibesar-besarkan untuk menggiring publik kepada opini suatu golongan.

“Penistaan agama yang sebenarnya harus dilindungi adalah Tuhan atau Agama bukan manusianya,” kata Ismail.

Kalau mau dituntut secara hukum memang buktinya masih jauh dari cukup karena belum ada penelitian yang cukup bagaimana dan dimana penistaan ayat Quran itu menurut ucapan Ahok. Semua baru dugaan dan ‘sekadar pandangan’ saja. Tetapi, celakanya ialah, bahwa pandangan ini tadi sudah bisa merugikan negara miliaran/ triliunan rupiah untuk biaya persiapan negara menghadapi demo besar 4 November itu.




Apakah ini memang disengaja untuk ngacau dan supaya tambah merusak ekonomi rakyat yang sudah kembang kempis itu, karena ada dorongan dari luar untuk mengacau nation negeri ini? Untuk menjatuhkan Jokowi?

Soal kekuatan luar ini memang masih tanda tanya, tetapi munculnya pertanyaan ini adalah karena mestinya ada pilihan lain yang sesuai dengan ‘kepribadian bangsa Indonesia’. Mengapa bukan itu yang dipakai untuk merespon persoalan ini.

Orang luar jelas menginginkan kerugian dan kerusakan sebesar-besarnya bagi negeri ini, tetapi FPI kan bukan orang luar dan belum tentu juga dapat perintah dari luar. Atau memang mereka merasa bukan Indonesia?








Leave a Reply