harimau-1



Salmen 1SALMEN KEMBAREN. TAPAK TUAN. Bidang Pengelolan Taman Nasional Wilayah I Tapaktuan (BPTN) melakukan pelatihan mitigasi konflik satwa liar (Selasa 9/ 11 – Rabu 10/11]. Pelatihan kali ini dikhususkan pada harimau karena banyak desa di Aceh Selatan menjadi kawasan terjadinya konflik harimau. Setidaknya selama kurun 10 tahun terakhir tercatat lebih 70 insiden konflik yang memakan korban di pihak manusia dan di pihak harimau.

Hasil pemetaan yang dilakukan pihak TNGL Wilayah I Tapaktuan setidaknya terdapat 10 desa rawan konflik satwa liar harimau di Aceh Selatan

Pelatihan dilakukan di 2 desa; Jambo Apha (Kecamatan Tapaktuan) dan Ujung Tanah (Kecamatan Samadua). Di keduanya pernah terjadi konflik harimau yang memakan korban manusia. Juga pernah dilakukan evakuasi harimau yang masuk ke kawasan pemukiman warga. Dalam 2 tahun terakhir, masih sering terjadi konflik harimau dengan manusia di kedua desa, hanya saja tidak memakan korban jiwa.

Pelatihan di Desa Jambo Apha dilaksanakan pada di Kantor Keuchik Jambo Apha [Selasa 9/11], dan untuk Desa Ujung Tanah di surau dusun Sawang Bunga [Rabu 10/11]. Pelatihan diikuti oleh 20 orang di masing-masing desa.

harimau-6Dalam sambutannya, pihak pemerintahan desa dan tuha peut sangat menyambut baik adanya pelatihan mitigasi konflik seperti ini. Mereka mengharapkan pelatihan berlanjut ke depannya. Pihak masyarakat juga mengharapkan adanya bantuan dari pihak mitra dan pemerintah berupa alat-alat atau bahan mitigasi konflik.

Mitigasi konflik harimau ini dilatih oleh staf Wildlife Respons Unit dari LSM Wildlife Conservation Society. Pelatihan meliputi cara penggunaan alat pengusiran harimau, cara pembuatan kandang ternak anti serangan harimau dan juga tindakan-tindakan yang perlu dilakukan saat terjadi konflik maupun pasca konflik. Peserta dilatih dalam mengaplikasikan alat-alat pengusiran satwa liar.

Dalam pelatihan, banyak warga mengaku salah selama ini terutama dalam menghadapi konflik dengan satwa liar. Seperti pembuatan kandang ternak yang tidak memperhitungkan kekuatan dan anti serangan harimau. Juga dalam menggunakan alat pengusiran, mereka merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan karena selama ini mereka melakukan sepengetahuan mereka saja.




Peserta juga mengharapkan adanya solusi dari pemerintah jika terjadi korban di pihak warga agar warga tidak mengancam keselamatan harimau yang menjadi korban konflik.

Pelatihan mitigasi konflik ini bertujuan untuk membentuk kemandirian masyarakat dalam penanganan konflik satwa liar khususnya harimau. Selain itu, juga melatih warga menggunakan alat mitigasi konflik secara benar. Terakhir, pelatihan ini diharapkan dapat meminimalisir dampak konflik yang terjadi di kemudian hari.

harimau-2harimau-3harimau-4

Leave a Reply