jalan-rusak-10



imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Warga yang bermukim di Kecamatan Biru-biru menanami uncim (bahasa Karo yang artinya pisang hutan) di jalan Biru-biru menuju Desa Bandarbaru (Kecamatan Sibolangit) atau tepatnya diantara Desa Sarilaba Jahe dengan Dusun Tembengen Desa Peria-ria (keduanya di Kecamatan Biru-biru) [Senin 15/11: Sore]. Dapat ditambahkan, uncim dalam bahasa Karo juga berarti “mencibir” atau “moncong”.


Informasi diperoleh, uncim sengaja ditanam oleh warga sebagai bentuk protes dan kekesalan terhadap kinerja Dinas PU Deliserdang yang dinilai tidak becus dalam mengelola anggaran. Pasalnya, badan jalan yang terdapat di Desa Sarilaba Jahe yang kondisinya masih enak dilalui diperkirakan sepanjang 2 Km justru diaspal dengan menggunakan hotmix. Sementara tidak jauh dari lokasi itu, kondisi jalan yang telah kupak-kapik, malah diabaikan.

“Cocok itu uncim ditanami di sini. Biar pemerintah tau jalan ini sudah sangat perlu diperbaiki. Saya heran mengapa jalan yang bagus diperbaiki, jalan yang sudah rusak parah begini malah diabaikan,” sebut R. Tarigan (52) salah seorang warga yang melintas kepada wartawan di lokasi.

Seharusnya, sambung Tarigan, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan,melalui Kadis PU Bina Marga Ir. Donald Lumbantobing dapat mengelola anggaran dengan efesien dan seefektif mungkin. Sehingga anggaran yang dikucurkan mencapai miliaran rupiah, kesanya tidak terbuang dengan sia-sia.




Hal senada dikatakan R. Barus (65) warga Desa Peria-ria. Barus berharap agar Bupati Deliserdang yang pernah berjanji akan memperbaiki jalan protokol dari Kantor Kecamatan Biru-biru hingga menuju Desa Bandarbaru (Kecamatan Sibolangit) segera direalisasikan.

“Kami masyarakat ini tidak perduli siapa itu Kepala Dinas PU Deliserdang. Yang kami harapkan agar jalan menuju desa kami segera diperbaiki, karena kondisinya sudah tidak layak lagi dilalui kenderaan. Lagi pula, saat Bupati Deliserdang Ashari Tambunan mendatangi Desa Peria-ria beberapa bulan lalu, sempat berucap akan memperbaiki jalan rusak itu. Namun mirisnya, yang justru diperbaiki adalah jalan yang masih layak dilalui,” tuturnya.








1 KOMENTAR

  1. Deliserdang seperti tanpa tuan. Jalan sibiru biru ke bandar baru hancur lebur,tapi bupati tambunan tdk perdulikan,rasanya lebih kejam dari belanda. Sangat tdk layak menjadi pemimpin jika punya mata dan telinga tapi tdk bisa melihat dan mendengar derita rakyatnya.

Leave a Reply