Kapolres Datang Menenangkan Ribuan Warga

kapolres-deliserdang-bersama-warga-1



IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Keresahan warga Namorambe memuncak. Seorang terduga pelaku maling lembu, Adris (43) warga Jl. Darussalam Pasar 7 Imanuel SitepuSungai Musi, Kelurahan Sei Sikambing (Medan Petisah) dipukuli hingga bermandikan darah. Untung saja Adris berhasil diamankan Polisi dari amuk warga sehingga nyawanya tidak melayang. Akan tetapi, warga yang sudah berang karena telah berulangkali kehilangan hewan ternak lembu, minta kepada Polisi agar Adris dikeluarkan dari ruang penyidik Polsek Namorambe, agar dibakar hidup-hidup.

Amarah ribuan warga yang telah berkumpul di depan Mapolsek Namorambe bisa mereda setelah Kapolres Deliserdang AKBP Robert Da Costa datang menenangkan warga [Senin 14/11: sekitar 22.00 wib].

Informasi diperoleh oleh Sora Sirulo, kejadian tersebut berawal ketika beberapa warga melihat Adris melintas di Desa Rumah Mbacang (Kecamatan Namorambe) dengan membawa goni dan rerumputan yang biasa digunakan warga setempat menjadi makanan lembu [sekira 20.00 wib]. Warga yang curiga melihat gerak-gerik pelaku langsung menangkapnya.

Mirisnya, saat diinterogasi, Adris justru menjawab seperti orang linglung. Meski Adris memang sebenarnya adalah orang kurang waras, warga yang sudah kerap kehilangan hewan ternak, tidak meyakini begitu saja. Secara spontan, puluhan warga yang sudah mengerumuni lalu menghajar Adris hingga berlumuran darah.

Melihat warga mulai bertindak arogansi, Kepala Desa Rumah Mbacang, Edy Suranta Sembiring lantas menghubungi Polsek Namorambe. Tak lama kemudian, petugas pun datang lalu mengamankan terduga maling lembu tersebut ke Mapolsek Namorambe.

Siapa sangka, isu ditangkapnya seorang pelaku maling lembu langsung merebak ke beberapa desa di Kecamatan Namorambe. Akibatnya, dalam sekejap, ribuan warga langsung memadatai halaman Polsek Namorambe.

maling-lembu
Adris

“Bakar… bakar… bakar saja… kita harus membakarnya. Pria itu hanya pura-pura gila,” tutur salah seorang warga Desa Rumah Mbacang di Polsek Namorambe.

Karena terus didesak oleh warga, akhirnya Polisi menyuruh perwakilan massa untuk bertemu dengan Adris yang telah diamankan. Begitu bertemu dengan Adris, perwakilan warga tersebut langsung memukulinya sehingga luka yang dialami Pria malang ini bertambah parah. Akibatnya, Adris pun secara tidak sengaja kencing celana lantaran tak tahan terus dihujani pukulan.

Menurut P. Bukit warga Desa Kuta Tengah saat diwawancarai, kedatangannya ke Mapolsek Namorambe untuk melihat pelaku pencurian lembu yang telah ditangkap.

“Tadi saya dengar dari tetangga seorang pelaku pencuri lembu telah ditangkap. Saya ingin melihat pelakunya. Mana tau pelakunya pernah saya lihat. Karena di Kecamatan Namorambe sudah berulangkali warga kehilangan lembu. Setidaknya 22 ekor lembu warga di berbagai tempat sudah hilang,” tutur P. Bukit.

Sementara, beberapa warga yang telah disulut emosi kompak berucap: “Kalau tidak bisa maling lembu itu kita seret keluar Polsek, kita bakar saja sama Polseknya. Sebab Polisi sepertinya ikut memelihara maling lembu.”

 


[one_fourth]Kapolres Mengamankan Massa [/one_fourth]

Melihat amarah warga sudah tidak dapat dibendung lagi, petugas kepolisian dari Polsek Namorambe menghubungi Polres Deliserdang untuk meminta bantuan. Sekira 22.00 wib, Kapolres Deliserdang AKBP Robert Da Costa bersama Kasat Reskrim serta beberapa personil tiba di Mapolsek Namorambe.

Begitu tiba, AKBP Robert Da Costa yang mengenakan baju kaos Turn Back Crime serta celana ponggol langsung berbaur dengan warga. Usai mendengar keluh kesah warga, Kapolres berjanji akan menindak tegas pelaku pencurian ternak lembu yang sudah cukup meresahkan masyarakat.

“Saya tidak mau lagi dengar ada warga yang kehilangan Lembu. Bila tertangkap, pelaku akan tembak di tempat. Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim AKP Fathir Mustafa dan Kanit Reskrim Polsek Namorambe Ipda Hendrik Ginting,” sebut AKBP Robert Da Costa seraya mengatakan pelaku pencurian tersebut melibatkan orang dalam.




Kepada Kapolres, warga meminta agar Aiptu T. Karo-karo, anggota Babinkamtibmas yang pernah bicara sesumbar dengan mengatakan lembu masyarakat bukan hilang namun dijualkan pada malam hari agar diberi tindakan. Selain Aiptu T Karo-karo, warga juga meminta agar memberi sangsi tegas kepada Aiptu A. Nasution, yang juga anggota Babinkamtibmas yang tidak pernah aktif bekerja. Pasalnya, Aiptu A. Nasution dituding datang ke desa hanya sekedar foto-foto selfie dengan warga untuk melengkapi berkas laporan bulanan.

“Bagi anggota saya yang lalai di dalam tugas dan berkata menyakiti warga, saya juga akan tindak tegas. Bila perlu saya akan memindahkanya ke Nias,” tutur Kapolres.

Sementara Adris yang dituduh melakukan pencurian ternak lembu ketika dikonfirmasi membantah tuduhan warga kepadanya.

“Saya hendak ke Simalingkar melihat anak dan mantan istri saya. Saya kesasar,” kata Adris.

Kanit Reskrim Polsek Namorambe ketika dikonfirmasi membenarkan sudah mengamankan Adris dari amukan warga.

“Adris masih kita mintai keterangan. Tapi ucapannya seperti kurang waras. Sehingga kita agak sulit melakukan penyidikan,” katanya.




Leave a Reply