Tidak Didampingi Tenaga Ahli, Bangunan Dana Desa Talapeta Diragukan

0
237

Exif_JPEG_420



imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. STM HILIR. Penggunaan Dana Desa (DD) Talapeta (Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang) disoal. Sejumlah pelaksanaan bangunan diduga dalam pengerjaannya tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang telah disepakati di desa. Akibatnya, kwalitas pekerjaannya sangat patut diragukan.


Dalam pekerjaan fisik terlihat juga teriindikasi terjadi penyelewengan dana. Buktinya proyek yang dibiayai pemerintah dengan anggaran ratusan juta itu tidak dilengkapi dengan papan plank proyek seperti pada pembuatan rabat beton untuk jalan tani di Dusun 2, dan Dusun 3. Indikasi korupsi paling menguat, terlihat jelas dalam pembuatan rabat beton di Dusun 3.

Hal tersebut diungkapkan beberapa warga seperti Sembiring, Ginting, Bangun, dan Barus, kepada wartawan [Kamis 17/11: Siang].

Menurut mereka, Kepala Desa Talapeta Manase Barus telah ingkar dari kesepakatan sebelumnya dalam pembangunan rapat beton tersebut.

“Sesuai hasil musyawarah ketebalan rabat beton 20 cm, akan tetapi dalam pelaksanaanya, rabat beton itu banyak yang tidak sesuai. Hal tersebut bisa dilihat secara kasat mata,” kata Bangun.

Selain volume yang tidak sesuai, kwalitas bangunan itu juga sangat diragukan seperti disampaikan Sembiring. Menurutnya rapat beton seharusnya dilakukan dengan mencampur seluruh material dengan semen agar material itu terikat dengan kuat.

“Namun, yang terjadi pada pembuatan rabat beton di Dusun 3, semen hanya dibuat sebagai pelapis sementara, sedangkan untuk alas digunakan batu koral. Dikawatirkan rabat beton ini akan cepat hancur karena koral tidak akan bisa menyatu dengan semennya,” kata Sembiring.

Sementara warga lainnya Ginting dan Barus menyesalkan sikap kepala desa dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang terkesan takut menunjukkan berapa anggaran yang diperuntukkan untuk pembuatan jalan itu,

“Kami tidak tahu berapa anggaran pembuatan jalan ini, kerena Kades dan TPK tidak pernah menunjukkan RAB nya bahkan plank saja mereka tidak berani pasang,” katanya.

Di tempat terpisah, tokoh masyarakat Desa Talapeta, T. Ginting kepada wartawan [Kamis 17/11] mengatakan, dirinya sangat menyesalkan sikap kepala desa dalam realisasi Dana Desa 2016 yang tidak dilakukan secara transparan.




“Hampir setiap item pekerjaan yang dibiayai dana desa bermasalah di Talapeta ini,” katanya dengan mencontohkan pembangunan parit drainase di Dusun 1 Desa Talapeta.

Pembangunan drainase ini, menurut Ginting, tidak didampingi oleh tenaga ahli. Semuanya dikerjakan oleh perangkat desa mulai dari Kaur sampai Kadusnya, sehingga hasil kerjanya sangat amburadul.

“Saya tidak mengerti apa rencana Kepala Desa Talapeta dan TPK pembangunan ini. Bagaimana mungkin bangunan dikerjakan tanpa tenaga ahli. Kalau ingin menghemat, bukan seperti itu caranya,” kata Ginting.

Lebih lanjut dikatakannya, beberapa item bangunan yang menguras anggaran Dana Desa ini kondisinya sangat diragukan, disinyalir sarat ‘permainan’. Pejabat desa diduga melakukannya demi merahup untung besar, sehingga pekerjaannya asal jadi. Untuk itu ia minta instasi terkait memantau pelaksanaan alokasi Dana Desa Talapeta, agar masyarakat tidak menduga duga.




Leave a Reply