maling-32
Markadim Pane saat melapor ke polisi.



Imanuel SitepuIMANUEL SITEPU. MEDAN SELAYANG. Markadim Pane (58) warga Jl. Setia Budi Gg. Cendana No 10 Kelurahan Tanjungsari (Medan Selayang) seketika terpelongo. Mobil Daihatsu Xenia warna hitam BK 1860 ZJ miliknya, yang ditinggal pergi karena mogok di pinggir jalan, justru hilang dicuri maling [, Selasa [Selasa 22/11: sekira 07.00 wib].

Cerita Pane saat ditemui di Polsek Delitua waktu membuat laporan, nasib apes yang menimpanya berawal saat dia mengendarai mobil Xenia menuju kios Monza miliknya di Paasar Melati, Kelurahan Tanjung Selamat (Medan Tuntungan) [Senin 21/11: Siang]. Begitu tiba, Pane memarkirkan mobilnya di pinggir Jl. Bunga Sakura Raya, persis di depan Bank Sumut, atau berjarak sekira 10 meter dari kiosnya.

Akan tetapi, sekira 20.00 wib, ketika Pane hendak pulang ke rumahnya, mobil kesayangannya itu ternyata tidak bisa distarter meski telah dilakukan berulangkali. Lantas, pada saat korban berupaya mencari kerusakan mobilnya, tiba-tiba seorang pria dengan ciri-ciri berambut ikal bertumbuh pendek yang mengaku penjaga malam di kawasan Pasar Melati datang menghampiri korban.

Berpura-pura ikut prihatin dengan kerusakan mobil korban, pria dimaksud kemudian mengatakan kepada korban kalau mobilnya tidak akan bisa hidup lantaran mengalami kerusakan pada bagian pompa minyaknya. Pane pun disarankan agar memperbaiki mobilnya pada esok hari karena malam itu tidak ada lagi bengkel yang buka. Untuk meyakinkan korban, pria tersebut pun berjanji akan menjaga mobil milik korban.

Yakin dan masuk akal atas saran pria berusia 38 tahun tersebut, Pane akhirnya memilih pulang dengan menumpangi angkot. Sebelum beranjak dari mobilnya, Pane terlebih dulu mengunci seluruh pintu mobilnya. Mirisnya, esoknya [Selasa 22/11: sekira 07.00 wib], korban tidak lagi menemukan mobilnya di tempat semula.


[one_fourth]melihat ada yang membuka kap mesin mobil[/one_fourth]

Jelas saja, Pane menjadi panik. Ia pun mencoba mempertanyakan keberadaan mobilnya kepada warga sekitar.  Menurut boru Hutapea salah satu saksi mata yang tinggal tidak jauh dari lokasi, sempat melihat ada yang membuka kap mesin mobil korban sekira 24.00 wib. Kurang puas dengan penjelasan boru Hutapea, Pane lalu menjumpai kepala penjaga malam Pasar Melati. Mirisnya, petugas jaga malam tersebut tidak mengenal pria yang mengaku sebagai penjaga malam sesuai dengan ciri-ciri pria tersebut.

“Saya curiga kalau yang mencuri mobil saya adalah pria yang menghampiri saya malam itu. Karena dari penuturan kepala penjaga malam, pria tersebut tidak dikenalnya. Padahal pria itu sebelumnya mengaku anggota penjaga malam. Kuat dugaan, pelaku sengaja mempreteli mobil saya. Begitu saya pulang, mobil saya dibawa kabur,” beber Pane.




Sementara boru Simanungkalit istri korban menduga kalau mobil kesayangannya itu saat ini berada di dalam ruko kosong di daerah Jl. Karya Wisata (Medan Johor). Namun, ia bersama suaminya enggan masuk ke dalam karena menurut kabar dijaga oleh 9 pria tegap.

“Ada tukang becak yang kami tanyai melihat mobil kami dibawa ke dalam ruko kosong di daerah Karya Wisata. Makanya kami kembali datang ke Polsek Delitua untuk meminta bantuan Polisi untuk ngecek,” kata boru Simanungkalit.

Kapolsek Delitua AKP Wira Prayatna Sik, melalui Kanit Reskrim Iptu Jonathan SH membenarkan adanya laporan korban dan mengatakan kasusnya masih dalam lidik.




Leave a Reply