Kolom M.U. Ginting: ISIS AND THE SECRET GOVERNMENT

0
117

secret-government




M.U. GintingTrump bilang dalam kampanyenya bahwa Obama adalah pendiri ISIS. Ini bisa terlihat jelas dari email Clinton yang tiba-tiba dihapus oleh Clinton setelah ketahuan dan mau diadili, dibocorkan oleh Wikileaks Assange. Di situ, Clinton menyuruh Saudi Arab dan Bahrein untuk memberikan uang kepada ISIS dan para pemberontak Sunni untuk memerangi Shia muslim di Irak dan Siria.

“Jadi, sudah jelas kalau ISIS didirikan oleh Obama,” kata Trump.

Pernytaan Trump bukanlah isapan jempol semata, tetapi ada benarnya. Siapa yang memerintahkan Clinton dan Obama (?), tidak dijelaskan oleh Trump. Tetapi, di AS ada yang namanya The Secret Government yang tidak dipilih lewat Pilpres, tetapi sudah ada di belakang layar sejak era presiden ke 7 AS, era Andrew Jackson 1829 hingga 1837. Ini dikatakan oleh Presiden Roosevelt 1933:

“The real truth of the matter is, as you and I know, that a financial element in the large centers has owned the government of the United States since the days of Andrew Jackson.”.

Gerakan pecah belah di Irak dan Siria sesungguhnya adalah gerakan diprakarsai oleh the secret government itu lewat Clinton/ Obama sebagai orang yang terpilih secara resmi lewat Pilpres. The secret government ini masih terus memerintah sampai sekarang.

“Vote all you want. The secret government won’t change. The people we elect aren’t the ones calling the shots,” kata seorang profesor dari Tufts University Michael Glennon.

secret-government-2Pengeruk dan yang panen duit SDA minyak Irak dan Siria bukanlah Clinton atau Obama, tetapi the secret government di belakangnya (finance element) dan orang-orang inilah juga yang sesungguhnya dapat hasil miliaran dolar dari penjarahan minyak kedua negara ini, walaupun yang bikin email adalah Clinton, dan Obama sebagai presiden. Walaupun harus ada catatan tersendiri sekarang dengan kemenangan Trump dalam Pilpres 8 November lalu dan sebagai penentang The Establishment dan PC (political correctness). The Establishment dalam hal ini ialah kekuatan besar yang disebut oleh Presiden Roosevelt di atas. Trump memang bisa ada kemungkinan membuka permulaan sejarah baru AS maupun dunia. 

Dari email Clinton jelas bahwa ISIS atau terorisme pada umumnya diprakarsai oleh the secret government AS, atau seperti pernah dikatakan juga oleh seorang profesor Canada dari Ottawa University, Chossudovsky bilang:

“The so-called war on terrorism is a front to propagate America ’s global hegemony and create a New World Order. Terrorism is made in USA , The global war on terrorism is a fabrication, a big lie”. 

 

Dari kenyataan-kenyataan di atas jelaslah bahwa pernyataan Panglima TNI soal negara-negara yang membiayai terorisme di Indonesia, dan pernyataan Kapolri adanya gerakan terselubung (makar) dalam Demo 212, bukan isapan jempol, tetapi benar adanya. Karena itu, sangat tidak patut orang-orang makar yang terselubung ini  dihadapi dengan penuh sopan santun dan menuruti saja kehendak mereka.




Dasar aparat dan pemerintah tetap ialah keutuhan NKRI. Makar dan usaha makar yang sudah jelas dan dapat biaya besar begitu, harus diusut. Lagi pula, Demo 212 atau soal ‘penistaan agama Ahok’, bukan soal yang lebih penting dari keutuhan NKRI, tidak bisa dibandingkan.

Harus juga dipelajari bagaimana komplotan divide and conquer ini melaksanakan rencananya dalam banyak kejadian dunia abad lalu terutama dari segi perang dan pembunuhan besar-besaran, dan yang dilakukan oleh penduduk negeri itu sendiri, seperti di Irak dan Siria sekarang. Atau juga di Indonesia tahun 1965. Korbannya tidak tanggung-tanggung, 3 juta diteror dan dibunuh oleh bangsa sendiri. Begitu selesai pembantaian, sim sallabim . . .  SDA jatuh ke tangan asing. Emas Papua dikuasai sampai hari ini, dan begitu mau diutik-utik kontraknya atau nasionalisasi, teror bom Thamrin cepat dimunculkan.

Tetapi, hasilnya kita semua sudah tahu, usaha mereka kali ini gagal total. Jokowi bilang teroris tak perlu ditakuti karena itulah maksudnya, terorisme meredup di Indonesia, dan juga di Eropah.





Leave a Reply