Imanuel SitepuIMANUEL SITEPU. DELITUA. TS (16) warga Jl. Bunga Pancur Siwah, Kelurahan Pokok Mangga (Medan Tuntungan) memang jago merayu. Buktinya, baru kenal 2 bulan dengan sebut saja namanya Langgumina, gadis belia yang masih berusia 16 tahun, sudah berulangkai digauli oleh TS.

Mirisnya, meski telah berhasil memperawani Langgumina, TS justru ingin mengelak dari tanggungjawab. Buktinya, kedua orangtua TS malah menyuruh Langgumina membuat laporan ke Polisi. Tak terima, Langgumina yang diketahui beralamat di Jl. Karya Sari (Medan Johor) ini ditemani keluarganya akhirnya melaporkan TS ke Polsek Delitua [Senin 28/11: Siang].

Informasi diperoleh Sora Sirulo saat Langgumina mendatangi Polsek Delitua mengatakan, Langgumina dan TS telah berkenalan sekira 4 bulan lalu ketika keduanya sedang berada di salah satu Indomaret di kawasan Padangbulan Medan.

gaul“Kami kenalan di depan Indomaret daerah Padangbulan sekitar 4 bulan yang lalu. Kami lalu betukar nomor telepon,” kata Indah di Polsek Delitua.

Begitu berkenalan, malamnya, TS langsung menghubungi Langgumina. Sejak saat itu, TS sering menghubungi Langgumina. Gencarnya rayuan gombal yang diucapkan TS, membuat hati Langgumina luluh. Seiring berjalanya waktu, benih-benih cinta pun mulai tumbuh di hati gadis polos ini.

Singkatnya, pada pertengahan bulan September, TS pun mengajak Langgumina jalan-jalan Malam Minggu. Dalam pertemuan kedua kali ini, TS belum berani bertindak terlalu jauh. Dengan alasan untuk membuktikan rasa cinta, TS cuma meminta sekwilda (sekitar wilayah dada). Indah tidak bisa menolak, meski TS juga mencium bibirnya.

“Begitu kami ketemu, kami sepakat jalan-jalan ke daerah Simpang Selayang. Di sana TS hanya mencium aku. Karena dia pacarku, aku diam saja,” kata Langgumina.

Setelah kejadian itu, beberapa hari kemudian, TS kembali menghubungi korban dengan alasan kangen untuk bertemu. Tak curiga dengan niat jahat pelaku, Langgumina menuruti. Mereka pun berjanji berjumpa di Kawasan Simpang Selayang.

“Dua bulan pacaran kami ketemu lagi dan TS membawa aku ke daerah Simpang Slayang. Di sana TS membelokkan sepeda motornya ke salah satu hotel yang saya tidak tahu namanya. Di dalam hotel saya diajak melakukan hubungan suami istri. Sejak saat itu, setiap kali bertemu, TS selalu meminta untuk melakukan hal yang sama,” beber Langgumina.

Karena sudah sering melakukan hubungan layaknya suami istri, Langgumina jelas saja menjadi panik. Karena takut suatu saat akan berbadan dua. Dia pun meminta tanggungjawab TS.




“Karena sudah sering melakukan, aku akhirnya dibawa TS ke rumah orangtuanya. TS pun berjanji akan menikahi aku,” tambahnya.

Ironisnya, meski sudah 21 hari tinggal di rumah TS, keluarga TS tak kunjung membicarakan pernikahan mereka. Bahkan keluarga TS tidak pernah mempertanyakan mengapa Langgumina berada di rumahnya.

“Saya tidak pernah ditanya orangtua TS mengapa saya berada di rumahnya. Padahal sejak aku tinggal serumah dengan TS, hampir setiap malam aku disetubuhi oleh TS di dalam kamar,” ujarnya.

Karena tidak ada ditanya orangtua TS, korban pun memilih menghubungi orangtuanya agar dijemput dari rumah TS. Begitu orang tuaLanggumina tiba, tak ayal lagi, percekcokan antara kedua keluarga tidak bisa terhindarkan. Yang paling membuat keluarga Langgumina kesal, ketika orangtua TS menyuruh korban membuat laporan Polisi.

“Keluarga TS bukan mencari solusi terbaik. Justru keluargaku disuruh buat laporan Polisi. Katanya, mereka tidak takut meski dilaporkan,” tambah D, orangtua Langgumina.

Lanjut dikatakan orangtua Langgumina, dari beberapa tetangga TS dia ketahui, kalau TS ternyata lelaki buaya. Soalnya, TS juga sudah sering melakukan hal serupa kepada gadis lain.

“Ternyata TS sudah 3 kali tersangkut masalah karena merusak anak gadis orang. Kali ini yang jadi korban anak saya. Biadap itu si TS,” celoteh ibu yang bekerja sebagai tukang cuci ini.

Kapolsek Delitua AKP Wira Prayatna melalui Kanit Reskrim Iptu Jonathan SH ketika dikonfirmasi membenarkan adanya laporan korban untuk segera ditindaklanjuti.




Leave a Reply