Kolom Telah Purba: MAHALNYA HARGA SEBUAH ISTILAH ‘AKSI DAMAI’

2
102

aksi-damai



Telah PurbaPagi ini sekitar Pukul 06.00 kurang saya dan tim sudah bergerak meninggalkan tempat tidur. Tanpa mandi dan sarapan, langsung tancap gas, menuju sasaran yakni Lapangan Monas. Start dari sebuah perumahan di sekitar Serpong. Begitu memasuki Jl. Daan Mogot, Tangerang, sudah mulai agak tersendat perjalanan ke arah Jakarta via Kalideres.


Sepanjang jalan kami temukan iring-iringan orang berjalan kaki dan naik kendaraan yang hampir semuanya menunjukkan ciri khas, yakni seperti orang mau ke mesjid.

Perjalanan padat kami lalui dengan nyelap nyelip. Setelah lewat Grogol ke arah Gajahmada via Roxy, mulailah ketemu dengan macet yang sebenarnya. Dengan tehnik “cari jalan tikus” akhirnya sampailah ke titik yang dimaksud. Namun, karena tujuan saya bukan ikut-ikutan acara yang dibuat-buat itu, saya sempatkan berkeliling seputar Lapangan Monas untuk meninjau situas.

Melihat Jl. Hayamwuruk di dekat Sekneg sudah dipasangi barikade kawat dan beton, tak mungkin melewati jalan ini ke Monas. Akhirnya belok ke kiri yakni Jl. Juanda. Terlihatlah sudah antrian bus.

Jika dilihat dari plat nomor dan tulisan yang ada, pastilah rombongan tersebut berasal dari Lampung. Ada puluhan bus. Wilayah seberang Pasar Baru, Istiqlal, Lapangan Banteng, Kantor Pos Besar, Gambir, RS Gatot Subroto, Kramat, dan Tugu Tani. Di mana-mana penuh bus parkir bahkan ada yang berlapis 3.

aksi-damai-2Hmmm …. luar biasa hebatnya. Dari soal jumlah bus ,jika ditotal semuanya bisa-bisa lebih 1000 (seribuan) bus dipakai untuk angkut rombongan itu. Di lapangan kita juga sempat melihat pembagian air mineral gratis yang sangat banyak dan berlimpah plus buah appel.

Tak berapa lama, muncul pula beberapa mobil box yang dibuka sedikit pintunya, dan terlihat jelas ribuan nasi bungkus ada di dalamnya.

Mulailah saya termenung dan berfikir bahwa peristiwa ini bukanlah AKSI DAMAI yang sebenarnya. Mengapa?

Karena banyak sekali poster dan spanduk yang bertuliskan besar-besar berjudul: “Tangkap dan Penjarakan Ahok”. Ohhh …. nampaknya sponsornya malu untuk minta izin ke Polda bahwa demo ini judulnya demo agar Ahok dipenjarakan. Jadi dibuatlah lipsticknya “Aksi Damai”.

Jika diurut secara logika, ada beberapa kesimpulan saya yang mungkin saja salah sbb:
1. Aksi ini sudah dikondisikan sejak lama.
2. Aksi ini didanai dengan biaya “EKSTRA BESAR”

Langsung teringat saya dengan beberapa postingan dan WA yang beredar dari seorang “tokoh” yang beberapa hari lalu diperiksa KPK. Ada ada kalimat seperti ini: “Logistik sudah tidak mungkin ditarik balik. Mereka juga sudah tau.”

Ada lagi “Baru selesai briefing di CIKE, pernyataan resmi menyusul sesuai perintah babe”.




3. Aksi ini bukan aksi agama, tapi tekanan politik. Entah mau menekan siapa tak jelas bagi saya yang kebetulan masih waras karena tuntutan mereka itu sejujurnya saya anggap “ngawur “. Dengan alasan simple, KASUS HUKUM AHOK sudah ON THE TRACK. Tidak boleh siapapun mengintervensi kasus hukum untuk memenjarakan seseorang karena ada ketentuan sesuai perundangan yang berlaku.

4. Aksi ini bertujuan satu saja, yakni bagaimana agar Ahok tak boleh ikut Pilkada dan gagal.

5. Jika Ahok gagal maju, siapakah Cagub yang paling beruntung?

6. Penyandang dana untuk aksi ini punya kekuatan uang melimpah ruah dan mungkin masih punya gudang khusus uang. Kesemua biaya untuk satu acara ini mungkin bisa buat bangun jembatan ribuan buah di daerah terisolasi dan terpencil. Atau bisa juga buat ratusan sekolah komplit terpadu mulai TK, SD, SMP, SMA dan Universitas.

Saya tak mau berhitung terlalu mendetail sekali karena hanya bikin pusing. Estimasi alias taksiran saya biaya terpakai untuk acara ini bisa mencapai Rp. 2 Trilyun.

Dengan memprediksi ribuan harga charter bus dari beberapa asal dan destinasi kembali, akomodasinya… gaji korlapnya plus yang lain-lainnya. Sekali lagi saya ulangi, tujuannya cuma satu saja yakni…. AHOK HARUS GAGAL.

Semoga Tuhan dan Milyaran Malaikatnya beserta pasukan dari bunda Kwan Im masih berkenan menjaga dan melindungi AHOK dari tangan keji para “Maniak Jabatan”. Semoga doa kita semua untuk kebaikan Ahok sampai dan diterima oleh Tuhan dan dijawab juga oleh Tuhan.

Semoga semua kekuatan jahat yang digunakan untuk melemahkan dan melumpuhkan Ahok “dipatahkan” oleh Kuasa Allah Yang Suci. Amin.



2 COMMENTS

Leave a Reply