Disambar Truk Tangki, Elisabet br Ginting Tewas di Tempat

0
148

imanuel sitepu 3IMANUEL SITEPU. DELITUA. Elisabeth beru Ginting (58) tewas di tempat setelah kepala ibu rumah tangga ini remuk dan otaknya berceceran di jalan. Ini terjadi akibat sepeda motor Honda Spacy BK 6121 ACZ dikendarainya disambar oleh truk tangki air jenis Cold Diesel BK BK 9814 CK.


Informasi diperoleh Sora Sirulo mengatakan, kejadian laka lantas yang ini terjadi di Jl. AH Nasution atau tepatnya di depan salah satu ruko penjualan mobil bekas, Kelurahan Kwala Bekal (Medan Johor) [Sabtu 3/12: sekira 12.16 wib].

Sebelum kejadian, Elisabet yang beralamat di Jl. Sawit Raya No.54 Perumnas Simalingkar Medan ini diketahui sedang melintas di Jl. AH Nasution. Dia datang dari arah Simpang Pos menuju Asrama Haji. Setibanya di TKP, dia mencoba mendahului sebuah angkot yang sedang berhenti hendak menurunkan penumpang.

Tiba-tiba saja sebuah truk tangki pengangkut air datang dari belakang dengan kecepatan tinggi, langsung menyambar sepeda motor yang dikendarai Elisabet. Akibatnya, korban langsung terjatuh ke badan jalan. Secara bersamaan, ban belakang truk tangki menggilas kepala korban yang sebelumnya telah terbaring tidak berdaya di jalan.

Truk tangki itu dikemudikan oleh Toni Syahutra (51) warga Dusun Delima Desa Melati, Perbaungan





Melihat adanya lakalantas, warga sekitar langsung mengurumuni lokasi. Unit Lakalantas Polsek Delitua yang mengetahui kejadian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP. Selanjutnya, Toni Syahputra bersama barang bukti diboyong ke Polsek Delitua guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.

“Ngeri kali tadi lihatnya, bang. Kepala ibu itu pecah digilas ban belakang truk itu. Saya pun mau muntah lihatnya,” ujar Dina (32) salah seorang saksi mata ketika ditemui di lokasi.

Kapolsek Delitua AKP Wira Prayatna Sik ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian laka lantas ini.

“Pengemudi truk tangki sudah kita amankan. Sementara mayat korban telah kita bawa ke RSU H Adam malik untuk keperluan visum,” katanya.



Leave a Reply