Berita Terkini dari BNPB Mengenai Penanganan Gempa Pidie

0
140





JEBTA B. SITEPU. MEDAN. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengkoordinir potensi nasional untuk membantu penanganan darurat pasca gempa bumi 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen (Aceh). Kapusdatin BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan singkat kepada Sora Sirulo menyatakan bahwa sesuai arahan Presiden Joko Widodo hari ini [Sabtu 10/12] masih dilakukan upaya pencarian dan penyelamatan korban.

Sutopo menambahkan bahwa pencarian dilakukan oleh 3 tim SAR dengan fokus Ruko Merdu, Bandar Dua, dan mobile.

“Priortas tanggap darurat sesuai arahan Presiden adalah pencarian dan penyelamatan korban. Upaya ini dipimpin oleh Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, BPBD dan relawan,” kata Sutopo Purwo Nugroho.

Sementara itu, untuk mempercepat penanganan darurat, BNPB 2 hari lalu [Kamis 8/12] telah mengirimkan bantuan logistik dan peralatan ke Pidie Jaya dengan menggunakan pesawat Hercules TNI-AU dan pesawat cargo dari Lanud Halim Perdanakusuma ke Bandara Blang Bintang.

“Bantuan senilai Rp 3,5 Milyar berupa tenda pengungsi 20 peti, genset 2.800 watt 30 unit, veld bed 100 unit, tenda gulung 1.000 unit, lauk-pauk, tikar, peralatan dapur, selimut dan lainnya. Keesokan harinya atau kemarin [Jumat 9/12] diterbangkan kembali bantuan logistik dan peralatan ke Aceh.

Selain itu, pendirian dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi terus ditingkatkan dengan mendirikan pos dapur umum, pos kesehatan, dan dukungan sanitasi. Terkait kebutuhan peralatan, Kementrian PU telah mengerahkan 4 tangki air, 70 hidran umum, 80 MCK mobile, alat berat (loader, stone breaker, dan eskavator) dan sebagainya. Kementerian PU juga akan melakukan audit bangunan fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyediakan dana siap pakai (DSP) sebesar Rp 1 milyar. Bantuan tersebut diperuntukkan khusus dalam penanganan darurat pada tiga kabupaten di Provinsi Aceh, yaitu Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen. BNPB mengalokasikan Rp 500 juta untuk penanganan darurat di Pidie Jaya, Rp 250 juta Pidie, dan Rp 250 juta Bireuen. Selain memberikan DSP, BNPB juga memberikan bantuan logistik senilai Rp 3,5 Milyar.




“Logistik yang diberikan antara lain berupa makanan siap saji, peralatan dapur, selimut, tenda gulung, kantong mayat, genset dan velbed,” tutur Sutopo Purwo Nugroho.

Data sementara terdapat 10.534 unit rumah rusak; 2.015 rumah rusak berat, 85 rumah rusak sedang, dan 8.434 rumah rusak ringan, 105 ruko roboh, 19 ruko rusak berat, dan 55 masjid rusak berat. Beberapa bangunan seperti kantor pemerintah, sekolah, mushola dan lainnya terdapat kerusakan.

Untuk bantuan bagi para korban, Kementerian Sosial akan memberikan santunan kepada korban meninggal Rp 15 juta/ orang dan luka berat maksimal Rp 5 juta/ orang. Korban luka dirujuk di beberapa rumah sakit di Banda Aceh, Sigli, Bireuen, maupun rumah sakit lapangan.




Leave a Reply