Kolom W. Wisnu Aji: Sidang Perdana Ahok, Jalan Terjal Mencari Keadilan

0
136

Pembacaan Nota Pembelaan pada sidang pertama, 13 Desember 2016

Posted by Basuki Tjahaja Purnama on Monday, December 12, 2016




Hari ini merupakan sidang perdana kasus Ahok, kasus yang mendapat perhatian luas publik di negeri ini. Tekanan serta pembelaan pasti berkelindan mempengaruhi hiruk pikuk sidang Ahok terutama di media sosial dan di Jakarta. Sidang perdana Ahok adalah jalan terjal mencari keadilan di tengah tekanan publik yang kuat.

Momentum sidang perdana Ahok merupakan upaya bersama menyuarakan keadilan fenomena Ahok, baik yang pro maupun kontra Ahok. Dinamika sebelum sidang Ahok yang disuarakan para kontra Ahok lewat tekanan massa membuat sidang Ahok menjadi rasa penasaran publik.

Dalam sidang tersebut pasti publik dapat melihat secara jernih kondisi sebenarnya pemaknaan statement Ahok soal penistaan agama. Peradilan merupakan bentuk upaya menyuarakan makna keadilan dalam membuktikan kebenaran kasus Ahok. Bagi mereka yang pro terhadap pembelaan Ahok akan mengeluarkan berbagai landasan argumentasi untuk meluruskan kebenaran statemen Ahok. Mereka akan beranggapan bahwa Ahok hanya dikriminalisasi dengan memplintir statementnya menjelang momentum Pilkada DKI 2017.

Kekuatan Ahok yang begitu kuat di Jakarta dengan didukung seluruh elemen warga Jakarta membuat Ahok sulit ditumbangkan dengan cara biasa. Maka dicari kelemahan Ahok untuk bisa dijadikan momentum menjadi musuh bersama hanya demi menumbangkan Ahok di Pilkada DKI 2017.

Saat Ahok kemarin [Senin 12/12] menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Kelemahan Ahok dari kelugasan berbicara memang sengaja jadi celah demi bisa dijadikan musuh bersama. Karena, kalau melihat prestasi Ahok membangun serta merubah Jakarta, pasti semua warga Jakarta mengapresiasi, bahkan perubahan sistem birokrasi pelayanan publik juga mendapat respon positif dari warga Jakarta. Apalagi langkah Ahok yang secara cepat mengatasi berbagai persoalan banjir serta macet sangat diapresiasi semua pihak terutama pengamat dan warga Jakarta. Ketika celah kelemahan prestasi Ahok tidak mampu dikritisi, maka jalan lain dengan mengambil kelemahan statement Ahok yang sering lugas dan blak-blakan.

Mereka yang kontra terhadap Ahok pasti akan menggunakan sentimen agama untuk merusak basis suara muslim Jakarta yang simpati pada Ahok. Mereka memanfaatkan momentum statemen Ahok soal Al Maidah 51 untuk meruntuhkan hegemoni Ahok di Jakarta. Langkah memanfaatkan lewat desakan massa terhadap Ahok membuat misi mereka hampir berhasil dalam menumbangkan Ahok di Pilkada DKI.

Mereka memanfaatkan menggiring kasus Ahok di peradilan lewat tekanan massa hanya demi menggagalkan Ahok di Pilkada DKI 2017. Berbagai statemen pembenar dengan landasan agama dikemukakan hanya demi menggiring opini di peradilan bahwa Ahok bersalah.

Walaupun kita tahu semua bahwa pasal yang dituduhkan terhadap Ahok di peradilan merupakan pasal karet yang absurd. Pasal yang merupakan produk Orde Baru yang memiliki tujuan untuk menekan kelompok agama saat itu, telah dimanfaatkan untuk mengebiri hak politik Ahok di Pilkada DKI 2017.




Momentum peradilan meskipun terjal dalam mencari kebenaran dapat dijadikan upaya bersama mencari konklusi dari statemen Ahok. Semoga melalui momentum peradilan dapat dijadikan pembelajaran bersama dalam memaknai kebenaran demi kemaslahatan bersama.

Harapan dari seluruh rakyat negeri ini semoga sidang peradilan Ahok dapat berjalan damai serta lancar. Sehingga hikmah kasus Ahok dapat dimaknai sebagai pembelajaran demokrasi serta pemaknaan supremasi hukum di negeri tercinta. Mudah-mudahan momentum peradilan Ahok bukan lagi alat membelenggu hak seseorang berdemokrasi versi mayoritas. Peradilan Ahok harus dijadikan sarana pembelajaran membangun toleransi antar umat beragama tanpa harus ditunggangi kepentingan sempit menjelang Pilkada DKI 2017.

Mari kita kawal dengan semangat kebersamaan dalam menyikapi peradilan Ahok yang suasananya damai, dengan saling menghargai dalam menyikapi perbedaan terhadap kasus Ahok. Semoga jalan terjal keadilan menemukan kebenaran bagi kemaslahatan bersama menuju visi kebangsaan, visi membangun negeri dalam bingkai keberagaman demi Indonesia jaya

#SalamPencerahan

Dipublikasikan oleh :
CENTER STUDY REPUBLIC ENLIGHTMENT FOR PROGESIF MOVEMENT (CS REFORM)




Leave a Reply