IMANUEL SITEPU. DELITUA. Keluarga Ghika beru Ginting (23) menjadi galau. Ghika, janda anak satu warga Dusun 2 Desa Tiga Juhar (Kecamatan STM Hulu) ini, tidak diketahui keberadaanya keberadaannya hingga sekarang.


Cerita N beru Pinem (61), nenek korban, ketika ditemui di Polsek Delitua kemarin [Kamis 15/12: Siang) menggambarkan Ghika yang merupakan guru honor SMPN 17 Tiga Juhar ini diketahui hilang setelah menjenguk keluarganya di RS Sembiring [Selasa 13/12: sekira 24.00 wib].

“Saat itu, aku menghubunginya, agar aku ditemani di Rumah Sakit karena anaku sedang sakit di RSU Sembiring. Begitu dia tiba di Rumah Sakit, sekitar 4 jam kemudian (sekira 24.00 wib) Ghika permisi beli nasi goreng. Namun, hingga sekarang tidak diketahui keberadaanya,” terangnya sedih.

Lanjut dikatakan, karena korban sudah biasa ke Delitua, beru Pinem pun membiarkannya saja. Dengan mengendarai honda CBR warna putih BK 3350 MAR Ghika pun pergi ke arah Medan dan tidak kembali sampai hari ini.



“Sebelum diketahui hilang, Ghika sempat menguhungi orangtuanya dan mengatakan dia berada di Simpang Pos, Medan. Kami curiga ada laki-laki yang membawa korban, tetapi kami belum tahu identitasnya. Tapi sejak saat itu ponselnya tidak aktif lagi,” bebernya lagi.

Sementara menurut keterangan Ratna Dewi Beru Kaban (39) orangtua Ghika warga Dusun 2 Desa Tiga Juhar (Kecamatan STM Hulu), dia sangat bingung dan sedih.

“Sudah tidak tahu lagi bilang apa, bang. Sudah 3 malam anak saya itu tidak pulang dan dibawanya lagi sepeda motor bapaknya. Bapaknya pun sudah marah karena sepeda motornya dibawa tanpa permisi,” tambah Dewi.




Leave a Reply