Rasisme belakangan ini terjadi bukan ujug-ujug serta merta. Ada proses menuju hari ini, sehingga mengherankan banyak yang kaget, padahal jangan-jangan situ juga ikut andil. Salah satu penyebabnya adalah adanya sikap berusaha menyamakan yang berbeda. Sudah jelas berbeda, tetap dipaksakan harus sama. Ya repot, sosodara.

Udah jelas berbeda, deal with it, hiduplah dengan perbedaan itu. Sudah jelas sana Islam, sini Kristen, situ Hindu, sono Buddha, sana agama tradisi, terus dipaksakan harus sama dengan salah satu diantara yang berbeda, ya gerupuh, Bapak, Ibu!

Biarlah Jawa jadi Jawa, biarlah Sunda jadi Sunda, biarlah Gayo jadi Gayo, biarlah Aceh jadi Aceh, biarlah Karo jadi Karo, biarlah Batak jadi Batak, biarlah Simalungun jadi Simalungun, dlsb. Jika tidak bisa menerima fakta kalau kita berbeda, sepertinya saudara punya hasrat dan nafsu menjajah saudara sebangsa, selain daripada itu dapat dipastikan anda mengidap megalomania.

Buat yang diam saja ketika disamaratakan, barangkali anda mengidap penyakit minder alias tidak percaya diri menjadi diri sendiri. Perlu berobat juga.

Tidak mau ada perbedaan? Barangkali anda patut mencoba seperti pepatah orang Karo, silahkan ganti matahari yang menyinari anda alias pindah sono, cari planet yang homogen. Amin.

Leave a Reply