IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Seorang warga setempat, R. Barus (35) menduga, selain dijadikan tempat tinggal oleh teroris, di Kecamatan Sibiru-biru (Deliserdang)  ada Home Industri sabu-sabu.

“Pernah saya dengar salah satu lokasi perumahan dijadikan tempat home industri sabu. Saya pun meyakini isu tersebut karena peredaran Narkoba cukup marak di Kecamatan Biru-biru,” bebernya.

Ketika ditanya lebih lanjut dimana saja basis narkoba tersebut, Barus pun menyebut kalau peredaran sabu-sabu paling banyak terdapat di seputaran Perumahan ASABRI, Desa Selamat, Desa Ajibaho, Desa Sidomuliyo, serta Desa Mbarue.

“Malah salah satu rumah milik warga ada dijadikan tempat mengkonsumsi sabu. Bagi pencandu sabu menyebutnya “klinik sabu”. Jika ingin pakai sabu, datang saja ke rumah itu. Di dalam satu ruangan sudah disediakan sabu, komplit dengan alat hisapnya. Polsek Biru-biru pun tentu tau tempat yang saya maksud karena pernah digerebek. Tapi sampai sekarang masih beroperasi “Klinik sabu” itu. Setiap hari beberapa pemakai sabu terlihat keluar masuk rumah bertingkat itu,” bebernya.

Lanjut dikatakan, memang, Kecamatan Biru-biru memiliki tempat strategis untuk dijadikan sarang teroris dan Narkoba. Selain dekat dekat dengan Kota Medan, Polisi setempat juga jarang melakukan patroli dan pengawasan. Oleh Karena itu, kami meminta kepada Kapolres Deliserdang maupun pihak BNN agar menindak tegas pelaku teroris dan memberantas peredaran Narkitika di Kecamatan Biru-biru,” tuturnya mengakhiri.




Leave a Reply