Untuk Modal Berjudi, Piok Mau Bunuh Perangin-angin

0
151
Tersangka Piok diamankan di Polsek Biru-biru.





IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Kalah bermain judi membuat Suryo Sidik alias Panjang alias Piok (23) gelap mata dan bertindak nekat. Usai mengambil Hape milik Bangun Perangin-angin (62) warga Dusun 3 Buluh Nipes Desa Tanjungsena (Kecamatan Biru-biru),  pelaku yang merupakan warga Kelurahan Terjun (Medan Marelan) ini lalu menikam dada korban ketika sedang terlelap tidur di rumahnya [Jumat 23/12: sekira 03.00 wib].


Informasi diperoleh Sora Sirulo, pencurian dengan kekerasan dialami Bangun Peranginangin berawal ketika korban sedang tertidur lelap sendirian di dalam kamar rumahnya [sekira 00.30 wib]. Melihat itu, Piok secara diam-diam masuk ke dalam rumah Bangun melalui pintu yang saat itu sedang tidak terkunci. Berhasil masuk, Piok kemudian mengambil ponsel android merek Advan milik Bangun yang diletakkan di atas meja.

Piok yang pekerja proyek pembuatan saluran irigasi di Desa Tanjungsena ini kemudian pergi ke warung dan langsung menggadaikan HP tersebut kepada warga setempat. Setelah uang diterima oleh Piok, ia kemudian mengajak warga sekitar bermain judi. Ternyata, Piok kalah dalam permainan. Oleh karena itu, Piok kembali memutar otak untuk mencari modal tambahan.

Setelah berpikir sejenak, Piok kembali mendatangi rumah Bangun Peranginangin yang berada tidak jauh dari warung. Di sana ia mendapati Bangun masih terlelap tidur di dalam kamar. Yakin kalau saku celana yang dikenakan korban berisi uang, Piok tidak berpikir panjang. Tersangka lantas mengambil sebilah parang panjang yang ada di dapur rumah korban.

Dengan bersenjata parang di tangan, Piok kembali masuk ke dalam kamar lalu menikan dada sebelah kiri korban. Seperti bermimpi, Bangun langsung berteriak minta tolong. Mengetahui korban berteriak, Piok kemudian menyumpal mulut korban. Meski telah berlumuran darah, Bangun mencoba melakukan perlawanan. Melihat korban membuat perlawanan, Piok memilih kabur agar identitasnya tidak diketahui.

Warga sekitar yang mendengar Bangun terus berteriak minta tolong, dalam sekejab langsung berhamburan keluar. Meski ayam dinihari itu belum berkokok, ratusan warga sudah melakukan pencarian terhadap pelaku yang menikam Bangun hingga ke pinggir sungai. Di lain sisi, beberapa warga lainnya lalu membawa Bangun ke Klinik terdekat untuk memperoleh pertolongan medis. Karena luka tusukan pada bagian dada korban cukup serius. Korban akhirnya dirujuk ke RSU Sembiring Delitua.

Sekira 09.00 wib, Piok akhirnya berhasil ditangkap saat bersembunyi di ladang karet milik warga di Desa Rumah Gerat (Kecamatan Biru-biru). Begitu tertangkap, Piok kemudian diserahkan ke Polsek Biru-biru.




“Waktu kejadian aku masih terbangun dan lagi asyik nonton televisi. Aku mendengar korban berteriak minta tolong dengan menyebut namaku. Aku langsung bergegas keluar menuju rumahnya. Di sana aku mendapati korban sudah berlumuran darah menutupi luka tikaman di dadanya dengan menggunakan batu,” kata Setia Ginting (tetangga korban) kepada Sora Sirulo.

Menurut Setia Ginting, Piok sebenarnya bukan penduduk Desa Tanjung Sena. Dia pekerja proyek pembangunan irigasi yang didanai oleh ADD yang masuk ke desanya.

“Katanya pelaku adalah warga Marelan. Dia tinggal di desa kami karena jadi buruh bangunan di CV Dara Salsabila yang mengerjakan proyek irigasi di desa kami,” beber Setia Ginting.

Kapolsek Biru-biru AKP M Hasibuan SH ketika dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan tersangka.

“Tersangka sudah kita amankan dan masih kita periksa,” ujar kapolsek.




Leave a Reply