Foto: Detik Sport

Oleh: M.U. Ginting (Gothenburg, Swedia)




Orang-orang Divide and Conquer ini harus kita akui punya kepandaian atau pengetahuan yang sangat tinggi tentang bangsa Indonesia. Mereka juga punya pengetahuan mendalam soal kontradiksi yang sedang menyala di hati rakyat Indonesia ketika itu. Keinginan sebagian militer untuk menyingkirkan Soekarno dan Nasakomnya, tetapi harus menyingkirkan lebih dahulu Jenderal Ahmad Yani sebagai orang tertinggi di militer (ketika itu namanya kepala staf AD, sekarang sebagai panglima).

Jika ada diantara perwira milter yang ingin ambil alih kekuasaan Soekarno, harus bisa menyingkirkan Ahmad Yani DKk lebih dahulu dan tentu selanjutnya tidak ada soal menyingkirkan Soekarno. Soekarno sudah memberi isyarat juga kepada umum (tidak resmi) bahwa Ahmad Yani dicanangkan sebagai penerus dan penggantinya.

Paus Fransiskus belakangan dalam mengeritik habis-habisan terorisme dan bisnis senjata internasional bilang:

“Behind all this pain, death and destruction there is the stench of what Basil of Caesarea called ‘the dung of the devil’. An unfettered pursuit of money rules. The service of the common good is left behind. Once capital becomes an idol and guides people’s decisions, once greed for money presides over the entire socio-economic system, it ruins society, it condemns and enslaves men and women, it destroys human fraternity, it sets people against one another and, as we clearly see, it even puts at risk our common home” (http://fortune.com/)

 

Gambaran situasi dunia sekarang sangat tepat dilukiskan oleh Paus Fransiskus. Kesimpulan Paus ini dan semua pengetahuan yang sudah sampai ke publik lewat internet media sosial atau media infromasi umumnya, dan yang pada prinsipnya tak terbatas itu, kelihatannya akan mampu atau sudah mampu menyeimbangi pengetahuan yang tadinya hanya dipunyai atau dimiliki oleh orang-orang DC, dan  yang tadinya jelas lebih tinggi dari pengetahuan rakyat biasa atau publik dunia umumnya.

Apakah masih bisa dikatakan bahwa orang-orang Divide and Conquer (DC) ini masih tetap lebih tinggi pengetahuan dan kesadarannya dari orang-orang Indonesia sehingga masih bisa dipermainkan atau dikutak-katikkan seperti tahun 1965?

Kenyataan terkakhir menunjukkan bahwa pengetahuan publik negeri ini, begitu juga pemerintahannya, aparat keamanan Polri dan miiter sudah jauh lebih tinggi dibandingkan 1965. Terbukti mereka begitu cemerlang bisa berhasil mengatasi ‘huru-hara’ yang dipaksakan dari luar dalam ‘pertempuran agama dan kafir’ yang terakhir ini dalam sandiwara perpecahan atau percobaan perpecahan 411 dan 212.

Kunci penyelamat di sini jelas adalah pengetahuan kita soal DC dan huru-hara perpecahan dan kekacauan yang diakibatkannya seluruh dunia.   

Karena itu definisi paling tepat Knowledge (Pengetahuan) ialah: 

Knowledge is the rescuer of the mankind and the world

PENGETAHUAN ADALAH PENYELAMAT KEMANUSIAAN DAN DUNIA

Leave a Reply