Kolom Telah Purba: VISUALISASI SIDANG AHOK KEMARIN

0
120

 

Kemarin [Selasa 3/1], sidang kasus penistaan agama di Aula Gedung Departemen Pertanian di Pasar Minggu Ragunan (Jakarta) sangatlah sayang jika dilewatkan. Bagi teman-teman yang tidak mengikutinya di TV, saya mencoba menggambarkannya di sini.


Sidang kasus penistaan agama ini berlangsung dalam waktu yang sangat panjang yakni 11 jam; dari pagi sampai 20.00 malam. Siang diselingi istirahat makan siang dan sholat.

Di dalam, wartawan TV tidak diizinkan menyiarkan langsung acara sidang. Ini sungguh sangat merugikan masyarakat luas yang sangat tinggi rasa ingin tahunya atas kasus yang sudah sangat banyak menyita perhatian di dalam negeri maupun internasional.

Acara sidang kasus ini ditenggarai sebagai sidang yang sangat menguntungkan pihak Ahok karena dari keseluruhan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) semuanya ternyata saksi tak bermutu dan tidak relevan dengan kasus itu sendiri. Mereka TIDAK PERNAH MELIHAT KEJADIAN SECARA LANGSUNG dan TIDAK PERNAH MENDENGAR SENDIRI apa yang disangkakan terhadap Ahok yakni ucapan Ahok yang disebut menistakan agama Islam dengan menyebutkan “jangan mau dibodohi oleh orang lain pakai Aurat Al Maidah ayat 51”.

Sidang kali ini membuka sedikit tabir, bahwa seluruh saksi ini tidak relevan terhadap kasus ini dan ternyata mereka pendukung salah satu pasangan Cagub DKI (pernyataan Ahok di depan para wartawan) dan menurut pengamatan ahli hukum di luar persidangan, dengan kehadiran saksi yang tak relevan ini, posisi Ahok malah diuntungkan. Selain itu, terlihat JPU terlalu memaksakan sidang agar dilanjutkan ketika dengan tegasnya menolak Pembelaan Ahok di sidang sebelumnya.

 


[one_fourth]Di luar persidangan[/one_fourth]

Massa pendukung FPI sejak pagi hari sekitar 06.00 WIB sudah berdatangan ke lokasi persidangan dan memenuhi jalanan Ragunan sebelah kiri Gerbang Barat Departemen Pertanian itu. Diperkirakan sekitar seribuan orang lebih, mayoritas berbaju putih-putih dan banyak juga yang memakai kaus murahan yang bertuliskan “tangkap penista agama” warna tulisan hijau.

Pendukung FPI terlihat dilengkapi beberapa mobil ambulans yang bertuliskan lembaga atau yayasan Islam. Juga mobil komando yang dipakai sebagai tempat ORASI mereka dan didukung oleh mobil pembawa pengeras suara TOA di mobil bak terbuka lainnya yang ditempatkan berjauhan sekitar 100 meter dari mobil orasinya.

Terlihat jelas beberapa mobil pembawa minuman air mineral buat demonstran.
Sungguh suatu perlengkapan yang sangat rapi dan terorganisir dan jelas ada yang membiayai, bahkan mungkin seragam laskar FPI itu pun dibagikan gratis sehingga terlihat amat banyak dan agak sangar alias menakutkan.

Yang paling parah ya tentu saja isi orasinya yang dibawakan oleh orator tingkat provokator sumbu pendek yang isinya cuma caci maki terhadap Ahok dan menjelek-jelekkan pemerintahan Jokowi. Mereka menuduh Ahok suka mengadu domba antara Kapolri dan Presiden, Panglima dengan Presiden dan seterusnya. Entah berapa ribu kali mereka berteriak takbir yang menurut saya yang mendengar malah jijik.




Jijik yang datang di hati saya tentu saja karena mereka meneriakkan Allahuakbar itu tidak pada tempatnya dan cenderung mengada-ada, karena tendensinya hanyalah”penjarakan Ahok”.

Bahkan ada oratornya yang marah-marah dan berteriak “tak boleh ada musik di sini”, karena dari arah sebelah sana di kubu pendukung Ahok yang berbaju kotak-kotak, terlihat dan terdengar pasukan Ahok Lover sedang asyik berjoget gembira.

Memang pemandangan sangat kontras antara kedua belah kubu. Di kubu pendukung Ahok, orasinya tidak monoton dan diselingi joget bersama yang musiknya diputarkan dari mobil komando pendukung Ahok, sehingga terlihat lebih santai, walaupun di terpa terik matahari.

Kejadian itu berlangsung sampai sore pukul 17.30. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengharuskan kumpulan massa membubarkan diri sebelum Pukul 18.00 WIB.




Leave a Reply