IMANUEL SITEPU. DELITUA. Seorang pelaku cabul KS (17) warga Jl. Bawang Perumnas Simalingkar (Medan) masih bebas berkeliaran.  Padahal, pemuda yang telah putus sekolah ini terbukti telah mencabuli ABH, bocah ingusan yang masih berusia 3 tahun yang tidak lain adalah anak tetangganya sendiri.

Sebenarnya, kasus tersebut telah dilaporkan oleh VS (27) ibu kandung ABH ke Polsek Delitua [Jumat 16/12/16] lalu.

Kepada Sora Sirulo di Polsek Delitua, VS menceritakan [Kamis 5/1], peristiwa  pencabulan terhadap putrinya yang dilakukan oleh KS terjadi pertengahan bulan lalu [Jumat 16/12: sekira 12.00 wib] di kediaman korban. Saat itu, ia bersama orangtuanya V boru S bersama sejumlah tetangga sedang bercengkrama di depan teras rumah korban. Sementara korban ABH bersama kakaknya sedang berada di dalam rumah.

Tak lama berselang, korban ABH tiba-tiba datang penemui ibunya VS sambil menangis menahan sakit seraya menunjuk ke arah kemaluannya.

“Waktu itu, anak saya tiba-tiba berlari menghampiri saya sambil menangis. Lalu menunjuk ke arah kemaluannya yang sakit,” ujar ibu dua anak ini.

Karena curiga, VS menanyai putri bungsungnya tersebut apa gerangan yang terjadi pada dirinya. Saat itulah, korban mengaku telah digerayangi oleh pelaku. Dengan kondisi yang panik, korban pun memeriksa kemaluan putrinya itu. Setelah dicek,  kemaluan korban terlihat lecet dan mengeluarkan cairan seperti lendir.




Awalnya keluarga VS sempat mendatangi keluarga KS guna menanyakan persoalan tersebut. Namun, karena tidak ada etikat baik untuk menyelesaikan kasus tersebut secara baik-baik, dan KS pun tidak mengakui perbuatannya, keesokan harinya [Sabtu 17/12], ibu korban melaporkan KS ke Polsek Delitua yang tertuang dalam Nomor Laporan  LP/1927/XII/2016/SPKT/sekta Delta.

“Saat itu anak saya (korban, red.) ditemani kakanya menangis kesakitan mendatangi saya. Mereka bilang KS telah menjolok-jolok kemaluan anak saya ABH dengan kemaluanya,” kata ibu korban seraya mengatakan terlapor yang masih tetangganya itu diduga masuk secara mengendap-endap dari pintu belakang.

Namun lanjut ibu korban,  meski telah 3 minggu dilaporkan, pelaku masih belum ditangkap.

“Sebenarnya kami sangat kecewa terhadap kepolisian. Sudah hampir 3 minggu pelaku yang sudah merusak masa depan anak saya belum juga ditangkap. Sedangkan keluarga KS (terlapor, red.) cuek saja,” sebut orangtua korban kepada wartawan didampingingi ibunya (opung korban, red.) seraya berharap kepolisian menahan pelaku.



Leave a Reply