Kolom M.U. Ginting: Kekacauan Politik dan Kedewasaan Indonesia

0
248





Puncak dari semua usaha kekacauan politis terfokus dalam 2 kejadian yaitu Gerakan 411 dan 212. Sumber utama yang digunakan atau dimanfaatkan ialah konflik Islam dan kafir yang diwakili oleh Gubernur DKI Ahok. Bahwa kontradiksi (perbedaan yang bisa bikin konflik) selalu dimafaatkan oleh orang luar (perekayasa DC) dalam mengadu domba dan memecah belah rakyat-rakyat dunia pada abad lalu, sudah semakin jelas bagi banyak orang terutama bagi publik Indonesia.

Kalau dalam Peristiwa 1965 kita masih belum bisa memahami mengapa kita diadu domba dan siapa yang mengadu domba dalam kontradiksi antara Kiri dan Kanan, tetapi sekarang terutama setelah Peristiwa 411 dan 212 Tahun 2016, publik Indonesia sudah jauh meningkat pengetahuannya tentang gerak-gerik DC internasional ini. Panglima TNI bilang kalau hasutan perpecahan datang dari AS dan Australia. Kapolri jelas katakan bahwa gerakan 212 sebagai usaha gerakan makar.  

Kecepatan perubahan pikiran dunia dan termasuk publik Indonesia dan pemimpin-pemimpinnya, punya faktor external sebagai faktor penentu perubahan kesedaran dunia yaitu berkobarnya gerakan nasionalisme bangsa-bangsa dunia melawan the Establishment, dan di AS dimenangkan oleh nasionalist Donald Trump sebagai presiden terpilih dalam Pilpres AS 2016 sebagai negara adidaya dunia.

Dialah yang pertama berani dan terus terang mengatakan  bahwa teroris ISIS dibentuk oleh Presiden Obama, dan Menlu Hillary Clinton sebagai co-foundernya. Kedua orang ini bersama Dubes AS di Syria Robert Ford yang mengatur pembentukan organisasi ISIS dan persenjataannya. Dubes istimewa Ford dengan sokongan penuh dari Clinton/ Obama adalah yang mempersiapkan “the US train-and-equip programme” bagi oposisi Syria.

Ketika semua sudah selesai, presiden Obama lantas bikin pernyataan: 

“We’ve made a decision that the Syrian Opposition Coalition is now inclusive enough, is reflective and representative enough of the Syrian population that we consider them the legitimate representative of the Syrian people in opposition to the Assad regime,” Obama said Dec 11, 2012.

Inilah tonggak penting permulaan pecah belah rakyat Syria dan Irak. Tonggak penting  permulaan perang sesama satu bangsa, dan pembunuhan ‘orang-orang kafir’, yang kesemuanya bermaksud untuk mengalihkan isu penjarahan triliunan-triliunan dolar dari SDA (minyak) Syria dan Irak. Walaupun sudah pernah juga dibikin perang invasi Irak 2003 dengan alasan pengalihan isu senjata pembunuhan massal Saddam Hussein (yang kemudian ternyata bohong belaka) dengan persekongkolan Bush dan Tony Blair ketika itu untuk menguasai minyak Irak penghasil triliunan dolar itu.  

Bandingkan dengan pecah belah dan penjarahan triliunan dolar dari SDA Indonesia terutama Freeport, setelah kudeta Soekarno 1965. Jadi, pengalihan isu di sini (teror ISIS), invasi Irak 2003, maupun teror 3 juta 1965 adalah untuk mengalihkan perhatian publik atau perhatian rakyat dari isu utamanya yaitu duit, duit, dolar, dolar. Tidak peduli biar berapapun orang pada bermatian dan saling bunuh,  persis seperti apa yang pernah diingatkan oleh Paus Fransiskus: 

“Behind all this pain, death and destruction there is the stench of what Basil of Caesarea called ‘the dung of the devil’. An unfettered pursuit of money rules. The service of the common good is left behind. Once capital becomes an idol and guides people’s decisions, once greed for money presides over the entire socio-economic system, it ruins society, it condemns and enslaves men and women, it destroys human fraternity, it sets people against one another and, as we clearly see, it even puts at risk our common home.”http://fortune.com/

Gambaran situasi dunia sekarang sangat tepat dilukiskan oleh Paus Fransiskus itu. Kesimpulan Paus ini dan semua pengetahuan yang sudah sampai ke publik lewat internet media sosial atau media infromasi umumnya, kelihatannya akan mampu atau sudah mampu menyeimbangi pengetahuan yang tadinya hanya dipunyai atau dimiliki oleh orang-orang DC, dan  yang tadinya jelas bahwa pengetahuannya jauh lebih tinggi dari pengetahuan rakyat biasa atau publik dunia umumnya, perbedaan mana telah memberi kesempatan kepada gembong DC untuk bisa dengan mudah mengutak-ngatikkan masyarakat yang lebih rendah pengetahuannya, terutama dalam soal pengalihan isu demi akses ke duit atau sumber duit itu.

Dari kejadian-kejadian terakhir dalam menangani isu politik dan ekonomi, terlihat jelas kegesitan dan ketegasan aparat dan pemerintahan Indonesia sudah berkembang luar biasa. Indonesia memang habat. Maju terus.

Leave a Reply