Dari Debat Pilkada DKI Perdana: Menyelesaikan Tugas 5 Tahun?

0
171

Debat Perdana Cagub-Cawagub DKI Jakarta

Yuk nonton Debat Perdana Cagub-Cawagub DKI Jakarta di Kompas TV Jumat, 13 Januari 2017 mulai pukul 18.30 WIB dan ikuti juga live streamingnya di Facebook & Youtube KompasTV.

Posted by Kompas TV on Friday, January 13, 2017




Oleh: Penatar Perangin-angin (Jambi)

Ada yang menarik saat debat kandidat Paslon Gubernur DKI kemarin malam [Jumat 13/1]. Dari sekian banyak pertanyaan, saya melihat pertanyaan dari moderator yang kebetulan adalah senior News Anchor di era 1990an Ira Koesno. Pada pertanyaan terakhir yang juga sebagai sesi penutup pada acara tersebut, kurang lebih makna dari pertanyaannya itu adalah: “Bersedia untuk menyelesaikan tugas sebagai gubernur sampai 5 tahun apabila terpilih dan siap menolak jika ada tawaran untuk mengikuti Pilpres di Tahun 2019?”

Ketiga paslon menjawab dengan berbagai macam gaya penyampain:

Paslon No 1, oleh AHY , sama sekali tidak menjelaskan apakah bersedia atau tidak. Dia bahkan bolak balik seperti jawaban sebelumnya berupa janji, janji dan janji surga.

Paslon No 3 juga tidak kalah banding dengan Paslon No 1. Dijawab oleh calon gubernurnya, yang intinya sama sekali tidak menjawab iya juga tidak, bahkan bolak balik seperti dakwah tabligh akbar di sebuah lapangan terbuka yang intinya semua permasalahan dapat diselesaikan hanya dengan agama dan kegiatan pengajian.

Agak berbeda dengan Paslon No 2, dijawab oleh calon wakil yaitu Djarot, bukan oleh Ahok. Ini yang menarik. Tentu Djarot lebih punya kapasitas untuk menjawab pertanyaan itu karena Djarot memang akan melaksanakan tugas sampai akhir masa jabatan 5 tahun sesuai UU jika terpilih nantinya. Sngat wajar, karena memang itulah bukti konsistensi dari apa yang disampaikan dalam visi misi yang dipaparkan.

Mengapa bukan Ahok yang menjawab? Jawabannya sederhana saja. Selain pertanyaannya tidak memerlukan jawaban yang menguras otak, di satu sisi anggaplah jawaban tersebut sebuah perjanjian tertulis yang tidak pernah Ahok tanda tangani. Soalnya, ini adalah acara politik yang tentunya baik perkataan maupun tindakan adalah semua kegiatan politik. Ahok tidak pernah mengatakan bersedia menolak, karena ia memang akan diusung oleh banyak partai mendampingi Jokowi, sedangkan Djarot sesuai dengan janji yang diucapkan, akan menyelesaikan sampai habis masa jabatan sebagai Gubernur DKI menggantikan Ahok.

Banyak orang dari pendukung Paslon 1 dan 3 bersorak kepada jagoan mereka dengan jawaban yang gak nyambung dan entah apa yang mereka sorak-soraikan. Demikianlah labi-labi.



Leave a Reply