Ibu Bunuh Putra Kandung Pakai 2 Pisau Dapur

0
218

 

IMANUEL SITEPU. DELITUA. Warga Jl. Dahlia Ujung, Desa Suka Makmur (Kecamatan Delitua) mendadak geger. Sorang ibu muda Pretty J. N. Hasibuan (32) tega menikam putra sematawayangnya, Muhammad Altahir (2,5) [Minggu 15/1: sekira 11.30 wib] dengan pisau dapur. Bocah malang ini pun tewas karena mengalami 17 luka tusukukan di bagian perut.

Informasi yang didapat di lapangan, Prety nekat membunuh darah dagingnya sendiri karena mengalami penyakit stres dan tipus.

“Dia tinggal bersama saya setahun lalu. Sebelumnya, Prety tinggal di Batam. Dia mingidap penyakit tipus dan stress,” beber Sutan (39) abang kandung tersangka.

Sementara menurut Melisa (29) istri Sutan, sejak tinggal serumah denganya, Prety memiliki tabiat pemurung dan tidak banyak berbicara.

“Saya pun tidak pernah mempertanyakan apa masalahnya. Hanya saja, karena dia sudah ditinggalkan suaminya, maka kami tinggal bersama. Sejak tinggal di Delitua, kita sudah berupaya mengobati penyakitnya. Kebetulan saat kejadian, saya sedang membeli nasi ke warung,” ujar Melisa seraya mengatakan tak menyangka kalau adik iparnya tersebut tega membunuh keponakanya.

Lain halnya dikatakan Dewi (30) salah seorang saksi mata yang merupakan tetangga Melisa.

“Saya pas duduk di depan rumah. Lalu saya melihat 2 anak Melisa, bernama Jafa (10) dan Radit (8) lari keluar rumah sambil menangis dan minta tolong. Saya menanyakan apa yang terjadi.  Tetapi kedua anak Sutan tetap menangis. Lalu saya melihat ke dalam dan di dalam rumah, saya sudah melihat usus anak itu terburai berlumuran darah dan di sampingnya ada pelaku memegang dua buah pisau dapur,” tuturnya.

Lanjut dikatakan, melihat kejadian itu, Dewi langsung menghubungi Sutan abang pelaku yang lagi pergi membeli nasi ke warung. Begitu Sutan datang dengan beramai-ramai mereka masuk ke rumah dan melihat korban terkapar di tilam warna oranye penuh luka dan banyak darah.

Hal serupa dikatakan Katimin (35) saksi mata yang lain. Menurut Katimin, korban meninggal akibat mengalami setidaknya 17 tusukan.

“Sekujur tubuh bagian depan korban penuh tusukan dan di bagian perut korban paling banyak. Dan usus perut korban keluar sepanjang 1 meter” tambahnya.




Menurut Muliadi (38) wakil ketua RT 5, pelaku nekat membunuh putranya karena mengalami setres.

“Kita sempat bicara dengan pelaku dan pelaku mengatakan, dia (pelaku) sudah menangkap perampok yang memasuki rumahnya,” cetusnya.

Lanjutnya, pelaku selama tinggal di daerah kita selalu diam dan tidak banyak bicara ketika kita tanya. Dia menurut informasi dari keluarga sudah sering diobatkan ke berbagai rumah sakit.

Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna melalui Kanit Reskrim Iptu M Rian membenarkan kejadian.

“Kita sudah sudah mengamankan pelaku penikaman terhadap anak kandungnya dan pelaku sedang kita periksa,” bilangnya.




Leave a Reply