Kolom Sada Arih Sinulingga: SIAPA PEMILIK BALIHO ITU?

0
227

 

Sampai sekarang, saya belum mengetahui dengan jelas siapa pemilik baliho yang dikoyak-koyak itu (karena menunjukkan gambar perempuan berpakaian adat Batak di tanah ulayat Suku Karo). Apakah Kantor Pelayanan Terpadu salah satu SKPD Pemkab Karo atau biro reklame, atau pihak lain?

Jika seandainya baliho itu milik SKPD maka ini bisa saja bukan unsur kesengajaan karena bisa saja dipesan pembuatannya kepada toko percetakan rekanannya tanpa menyertakan foto model artinya oleh karyawan percetakan yang kreatif mengambil foto ini di file komputernya.

Tentu bisa saja karyawan percetakan ini orang Batak atau bisa suku lain yang minim pengetahuannya tentang budaya Karo karena dianggapnya sama Batak semua. Walaupun ini yang terjadi, ada kemungkinan, tentu SKPD tersebut tetap yang bertanggungjawab. Tampaknya dia tidak memiliki daya apresiasi dan rasa sensistivisme terhadap nilai budaya lokal dalam hal ini Karo.

Jika bukan SKPD yang memasangnya maka tidak wajar juga kita salahkan mereka. Demikian juga ke pribadi Bupati Karo, Terkelin Brahmana. Memang benar istrinya beru Batak, tapi setahuku istri Bupati Karo belum pernah menunjukkan ciri pribadinya yang tidak bersuku Karo. Dalam beberapa kali perhelatan budaya semisal Pesta Mejuah-juah serta Pesta Bunga dan Buah, bahkan pada Pesta Danau Toba yang diselenggarakan di Berastagi tempo hari, istri Bupati tampil memakai pakaian lengkap Suku Karo (ertudung).

Jadi, janganlah sampai ada yang menuduh Pak Bupati Karo Terkelin Brahmana dalam hal ini karena beliau bisa saja tidak tahu menahu. Yang diperlukan adalah menemukan siapa sebenarnya yang memasangnya. Siapa pemilik baliho itu sebagai penanggungjawabnya sehingga kejadian ini terjadi?

Kita nantikan jawaban dari pihak yang berwewenang atau penulusuran dari masyarakat kalau nyatanya yang berwewenang menganggap ini pertanyaan sia-sia.





Leave a Reply