Kolom M.U. Ginting: LAPOR LAGI

0
113

 

“Allah kan bukan orang Arab. Tentu Allah senang kalau ayat-ayat-Nya dibaca dengan gaya Minang, Ambon, Cina, Hiphop, Blues,” kata Dosen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia Ade Armando dalam cuitan FB.

Lantas diadukan menghina agama. Ini berarti Tuhan tidak membedakan bahasa dan kultur manusia dunia. Tetapi malah diadukan ke polisi.

Sekarang musim pengaduan ke polisi soal Tuhan dan agama di Indonesia. Musim selalu berganti. Tadinya musim ‘teroris’, yang sekarang mulai mati, karena pergantian rezim di AS sebagai fabrik terorisme. ‘Obama was the last gasp of neoliberalism’ (the guardian). Apakah gerakan Makar 411 dan 212 adalah juga ‘the last gasp of neoliberalism’ di Indonesia?

Terrorism adalah buatan neolib atau ‘made ini USA’ kata Prof. Chossudovsky, untuk memecah belah dan menguasai dunia. Rezim Trump ‘America First’, tidak ingin lagi ada urusan dengan negeri lain. Kalau mau bikin America Great Again, tidak mungkin ngurus negeri lain.

“We will seek friendship and goodwill with the nations of the world – but we do so with the understanding that it is the right of all nations to put their own interests first. We do not seek to impose our way of life on anyone, but rather to let it shine as an example — we will shine — for everyone to follow,” kata Trump pada pidato pelantikannya.

“Goodbye American Neoliberalism. A new era is here,” ditulis di the Guardian setelah kemenangan Trump di AS.  

Para ‘pengurus negeri lain’ masa lalu yang tadinya banyak kerjanya seperti bikin teror, bikin kudeta negara lain, hit man dsb,  sekarang di AS pada nganggur, tetapi berusaha mengacau dalam negeri, demo, fake news, dsb mau menjatuhkan Trump. Apa yang tidak bisa diubah ialah perubahan jaman itu, kontradiksi dunia berubah, menjadi kontradiksi antara kepentingan nasional dan kepentingan global neolib. Gerakan nasional seluruh Eropah, dan sekarang dengan ikutnya negara adi daya AS, sepertinya lebih membesarkan arus perubahannya. Rontaan sekarat dan perlawanan dari old establishment neolib tentu harus ada juga, karena proses dialektika tesis-antitesis-syntesis.

Di Inggris, masih ada usaha menggosok pengadilan meragukan Brexit. Walaupun sangat tidak masuk akal kalau ada hakim Inggris yang berani dan mau bikin keputusan lebih tinggi dari suara rakyat yang sudah menetapkan keluar dari UE dalam pemilihan Brexit lalu. Kalau ada ya pasti bunuh diri namanya. PM Inggris Theresia May tegas dalam soal ini, tidak ada jalan tengah, keluar UE berarti keluar UE katanya.

Obama was the last gasp of neoliberalism’ (the guardian). Apakah musim adu mengadu soal agama dan Tuhan, gerakan makar 411 dan 212, teroris radikal Thamrin, adalah juga ‘the last gasp of neoliberalism’ di Indonesia?

Masih ada satu ‘hiburan’ di Indonesia yang musimnya tidak pernah ganti yaitu musim korupsi, ha ha . . . suatu ketika nanti ‘goodbye koruptor’ . . .





Leave a Reply