Tentang Tulisan HORAS di Swalayan Berastagi, Medan

0
449

Oleh: Alfonso Maranatha Ginting (Medan)

 

Pertama kali aku melihat gambar ini dari rekan – rekan di Grup Facebook Jamburta Merga Silima (JMS). Setelah aku mengamati semua komentar dan tanggapan dari postingan ini, aku berani mengunjungi swalayan yang menjadi inti perbincangan ini.

Swalayan berMerk ‘ BRASTAGI ‘ ini berada dekat dengan Kantor Gubernur Sumatera Utara. Setelah aku sampai di sana, aku menjumpai security atau penjaga keamanannya.

“Boleh saya berjumpa dengan Kabid Humas swalayan ini,” kataku.

“Dia lagi tidak di tempat, pak. Kalau kepala security ada, mungkin bapak bisa berbicara dengan dia,” jawab security tersebut.

Setelah saya berjumpa dengan kepala security, saya langsung diajak berbicara tepat di depan tulisan yang menjadi polemik ini. Saya menyatakan diri dari orang berSuku Karo.

“Mengenai apa, pak, kedatangan bapak?” tanya kepala security.

Saya menjawab bahwa kedatangan saya terkait dengan plank sambutan di depan pintu masuk swalayan itu.

“Begini, pak, berita mengenai kata HORAS yang ada di pintu masuk. Mau berbicara masalah itu saja,” jawabku.

“Oh, ada yang salah ya, pak? Ayo kita ke kantor biar lebih enak ngomongnya,” sambungnya lagi.




Setelah di kantor, saya menayakan siapa nama lawan bicara saya ini. Namanya biasa disebut Edy, seorang yang bersuku Minang campur Jawa.

“Jadi ada keperluan apa tadi, pak?” sambung Pak Edy.

“Begini, pak, memurut undang-undang saya tidak berhak mencampuri urusan internal sebuah perusahaan atau swalayan, misalnya Brastagi Swalayan. Oleh karena itu saya datang mengatasnamakan orang – dari Suku Karo. Saya hanya memberi saran bukan mau menyudutkan usaha yang bapak kelola ini. Saya datang sebagai sahabat,” lanjutku sambil melihat sedikit senyuman di wajah pak Edy, tapi dalam hatiku dipanggilnyalah polisi ini.

Kami pun bercerita tentang pendiri Kota Medan, tentang nama-nama daerah di Medan yang memakai bahasa Karo, bercerita tentang 4 kerajaan urung, 4 kejuruan serta sangkut pautnya dengan kerajaan atau Kesultanan Deli.

Setelah selesai, Pak Edy selaku kepala Security ini berterima kasih atas kedatangan dan berjanji melaporkan pertemuan ini kepada atasan.




Leave a Reply