Kolom Paulus J. P. Ginting: KBB, Antara Dibenci dan Dicinta

0
175

 

Dari beberapa studi psikososial, orang-orang Karo memiliki kerangka berpikir secara Paradoks; baik secara personal terlebih secara komunal. Orang Karo secara genetik pintar sudah terbukti sejak dahulu kala hingga saat ini. Kini, Suku Karo memiliki persentase terbesar dalam hal melahirkan sarjana diantara suku-suku lain di Indonesia. Hanya Suku Karo yang mencapai persentase 1 : 100 memiliki sarjana.

Artinya, diantara 100 orang Karo ada 1 sarjana di dalamnya. Bila jumlah orang bersuku Karo diasumsikan hanya sekitar 2 juta orang, berarti ada 20 Ribu orang Karo yang sarjana, serta diperkirakan diantaranya ada sekitar 2.000 level pascasarjana/ magister, doktor, dan professor.

Secara kuantitatif ini suatu capaian yang sangat luar biasa. Namun kekuatan yang begitu besar tidak mampu didayagunakan bila itu untuk kepentingan masyarakat Karo. Kekuatan besar itu hanya bergerak untuk kepentingan diri dan masyarakat luas melalui kiprah aktivitas di berbagai bidang.

Itulah di awal tulisan saya sebut kerangka pikir paradoks dalam kajian studi psikososial. Ada keterbelahan cara pandang melihat diri dan kelompok komunalnya.

Contoh aktual dari cara pandang paradoks ini ialah permisifitas orang Karo disebut Batak Karo. Walaupun telah banyak kajian sejarah, antropologi, sosiologi membuktikan serta menolak atas hal tersebut. Pro dan kontra Karo Bukan Batak (KBB) berlangsung terus menerus di kalangan masyarakat Karo itu sendiri.




KBB terus dijadikan seperti judul lagu Benci Tapi Rindu. Ini juga sikap paradoks. Ketika KBB menyatakan konsep kemandirian Karo di medsos, serta merta banyak membully, mengecam, menekan, menolak. Tetapi manakala ikon – ikon kekaroan direndahkan atau diakui suku lain dan KBB bertindak melakukan perlawanan maka bermunculan pujian. Dicinta.

Sikap paradoks, bukan? Sudah waktunya kerangka pikir paradoks ini kita tinggalkan. Sudah waktunya menyatakan pola pikir, pola tindak yang satu sebagai Suku Karo. Suku Karo punya entitas dan identitas yang jelas dan mandiri. Suku Karo bukan bagian integral dari suku suku lain di manapun di Indonesia ini.

SALAM KBB, MEJUAH – JUAH

Leave a Reply