Libur Imlek, Pemandian Air Panas Penen Padat Pengunjung

0
374

 

IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Libur tahun baru Imlek 2.568 Cap Go Meh Tahun 2017 yang jatuh pada akhir pekan [Sabtu 28/1] dijadikan oleh masyarakat pribumi untuk berlibur. Salah satu yang menjadi primadona adalah obyek wisata pemandian Air Panas Penen, yang terdapat di Desa Penen (Kecamatan Biru-biru, Deliserdang).


Seperti hasil pantauan Sora Sirulo, tampak sarana pemandian seperti kolam renang dan pancuran serta gubuk tempat berteduh yang ada di lokasi disesaki pengunjung. Sejumlah kenderaan, baik roda 2 maupun 4 terlihat terus keluar masuk di pemandian yang mengandung belerang ini.

Rani (32), seorang pengunjung dari Patumbak, ketika diwawancarai wartawan di lokasi menngatakan ia bersama suami dan kedua anaknya bukan kali pertama datang ke pemandian Air Panas Penen.

“Kami sudah sering ke mari, bang. Saya memilih datang ke sini karena dekat dari Patumbak,” sebutnya.

Di samping itu, Rani juga meyakini kandungan belerang di dalam air panas tersebut mampu menyembuhkan penyakit darah tinggi, stroke, rematik, serta penyakit gatal-gatal.

“Selain termasuk dekat dari rumah, air panas ini juga baik untuk kesehatan. Buktinya begitu selesai mandi, tubuh saya langsung segar dan enteng,” bebernya.

Saat ditanya lebih lanjut, Rani pun menyinggung kalau dirinya tidak perlu merogoh isi kantong banyak-banyak jika berkunjung ke lokasi pemandian air panas Penen.

“Saya dan suami saya hanya dikenakan uang kebersihan Rp 3 ribu, orang dan uang parkir kereta, juga Rp 3 ribu. Sementara anak-anak dibuat gratis. Jika kita berbelanja kebutuhan, harganya juga relatif murah. Sebut saja dengan harga air mineral. Harganya justru sama yang dijual di warung dekat rumah saya,” tambahnya.

Lain halnya dikatakan Rudi (43) warga Jl. Brigjen Zein Hamid, Medan. Menurut Rudi, ia baru pertama kali datang ke lokasi pemandian Air Panas Penen.




“Tadinya saya ragu berkunjung kemari karena dengar kabar akses jalannya rusak parah. Makanya, mulai dari lewat markas Yon Armed hingga kemari saya mengemudikan mobil sangat hati-hati. Selain dipenuhi lubang besar, badan jalan juga sudah kupak kapik,” cetusnya.

Selain mengeluhkan kerusakan jalan, Rudi menyoroti sarana dan prasarana di lokasi pemandian air panas yang menurutnya belum memadai.

“Kolam pemandian sangat kecil dan cuma ada 4 kolam. Sudah seharusnya ditambah. Karena tidak bisa menampung pengunjung. Saya saja risih mandi karena harus berdesakan dengan pengunjung lain. Di samping itu, pemerintah desa maunya membuat MCK yang layak dan kamar ganti pakaian pria dan wanita. Kalau tidak segera dibenahi, lambat laun pengunjung pasti akan berkurang,” tuturnya mengakhiri.




Leave a Reply