2 Preman Simpang Selayang Peras Penjual Telor Rp 3,5 Juta

0
182
Sudirman Marbun saat membuat laporan.





IMANUEL SITEPU. DELITUA. Aksi premanisme dan perampokan menggunakan senjata tajam masih cukup tinggi di wilayah hukum Polsek Delitua. Oleh karena itu, masyarakat diminta selalu waspada. Kali ini, yang menjadi korban adalah Sudirman Marbun (28) warga Kampung Lalang, Medan. Uang kontan sebanyak Rp 3,5 juta milik pedagang telor ini lambai dirampas oleh 2 preman bersenjata tajam yang kerap mangkal di Kawasan Simpang Selayang, Medan.


Informasi diperoleh saat Marbun membuat laporan ke Polsek Delitua, perampokan yang dialaminya terjadi saat dia menjajakan telur di pinggir Jl. Setia Budi, Kelurahan Simpang Selayang (Medan Tuntungan) atau sekira 300 meter dari Pos Polisi Simpang Selayang [Jumat 3/2: sekira 11.45 wib].

“Aku setiap hari menjajakan telor di pinggir Jl. Setia Budi tak jauh dari Kantor Polsek Delitua di Simpang Selayang. Telur itu aku jual langsung dari atas mobil Avanza miliku, dengan membuka pintu belakangnya,” sebut Marbun.

Namun, kata Marbun, 2 pemuda yang salah satunya memiliki ciri-ciri agak gemuk menghampiri korban. Selanjutnya salah satu pelaku menghardik korban seraya menuduh kalau selain menjual telur, Marbun selama ini juga menjual Narkoba.

Jelas saja Marbun membantah tuduhan pelaku. Pun demikian, kedua pelaku terus mendesak dan berpura-pura memeriksa mobil dan tas sandang warna coklat milik korban. Khawatir dijebak, Marbun pun menolak mobil dan tasnya diperiksa oleh pelaku dan berupaya melakukan perlawanan. Namun, salah seorang diantara kedua pelaku langsung mengeluarkan sebilah pisau dari pinggangnya lalu menempelkannya ke perut Marbun sembari mengancam akan membunuh korban jika permintaannya tidak dituruti.

Di bawah ancaman senjata tajam, jelas saja Marbun menjadi pucat pasi. Takut nyawanya melayang, Marbun pun cuma bisa pasrah ketika kedua pelaku mengambil uang hasil penjualan telur sebesar Rp 3,5 juta yang ada di dalam tas sandang miliknya.

Usai menguasai harta milik korban, kedua pemuda tersebut lalu pergi begitu saja. Sementara, Marbun yang telah menjadi korban perampokan, hari itu juga langsung mendatangi Polsek Delitua guna membuat laporan.

“Kebetulan saat itu lagi sunyi bang, kedua perampok itu memanfaatkan kesempatan itu,” ujar pria berkaca mata ini.

Sementara menurut Abadi Bangun (42) warga setempat menjelaskan kalau aksi premanisme masih marak di kawasan tempat tinggalnya di daerah Simpang Selayang.

“Bukan Penjual telor itu saja yang menjadi korban kasi preman di Simpang Selayang ini. Selama ini sudah banyak warga yang resah. Ini mungkin dampak dari banyaknya predaran sabu-sabu di sini. Tapi sayang Polisi belum bisa menangkapnya,” ujarnya.




Leave a Reply