6% Inflasi di Sumut, 4% Diantaranya Akibat Harga Cabai Merah

0
241





HEVI S. TARIGAN. MEDAN. Gubsu HT Erry Nuradi berharap produksi cabai merah dari Kabupaten Batubara bisa menekan angka inflasi di Sumut. Harapan ini disampaikannya saat menghadiri panen cabai merah di Desa Lubuk Cuik (Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara) [Senin 6/2].

Hadir dalam panen raya tersebut Ketua TP PKK Provsu Evi Diana Erry Nuradi, anggota DPRD Sumut Ir Zahir, M Robi Harahap, Jan Togu Damanik, A Rifai Tambunan, Bupati Batubara Ok Arya Zulkarnaen, FKPD Kabupaten Batubara, Plt Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Provsu Azhar Harahap, Plt Kepala Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu dan para petani Kabupaten Batubara.  

Dalam panen raya tersebut, Gubsu menyempatkan waktu berdialog berterima kasih kepada para petani, Pemda dan juga stake holder yang mendukung Kabupaten Batubara menjadi centra produksi cabai merah di Sumut.

“Melihat panen cabai merah yang dilakukan hari ini, alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan dan diharapkan dapat menurunkan tingkat inflasi di Sumut tahun 2017. Karena salah satu penyumbang inflasi terbesar di Sumut pada tahun lalu itu cabai merah. Dari inflasi sekitar 6%, 4% diantaranya disumbangkan oleh cabai merah,” terang Gubsu.

Dari dialog yang dilakukan Gubsu dengan para petani, diketahui 1 ha lahan cabai dapat memproduksi sekitar 11 ton cabai merah. Dari hasil panen selama ini menurut para petani turut, dipasarkan di luar Sumut diantaranya Jambi, Riau dan Sumatera Barat dengan harga Rp 30 ribu/ Kg.

Sebelumnya Bupati OK Arya Zulkarnaen mengatakan, selain padi, Batubara juga sedangkan mengembangkan cabai dan bawang merah. Saat ini, katanya, Batubara melakukan pengembangan cabai merah sebesar 960 ha yang tersebar di 3 kecamatan. Sedangkan bawang merah pada tahun 2016 telah dilakukan pengembangan di lahan 40 ha dari yang pada tahun 2013 hanya 2 ha.




Leave a Reply