Pemko Medan Diminta Aktif Mengedukasi Warganya Soal Gempa

0
203

 

STEVEN AMOR TARIGAN. MEDAN. Intensitas kegempaan pagi ini [Rabu 14/2] di Sumatera Utara terjadi tiga kali berturut-turut mulai dini hari pukul 00.11 dan pukul 00.17 wib dengan magnitude 4.2 s/d 47 serta menjelang subuh pukul 03.35 wib kekuatan yang dirasakan warga Kota Medan cukup kuat. Seperti yang dilansir oleh situs BMKG pusat terjadi di kedalaman 10 Km yang terletak di 3.35 LU 98.50 BT ; 23 Km Barat Daya Kabupaten Deliserdang (Sumatera Utara) dan tidak berpotensi Tsunami.

Warga berhamburan keluar rumah, karena merasa takut terjadi hal-hal yang tidak dinginkan jika bertahan di dalam rumah saat gempa berlangsung.

Melihat aktifitas kegempaan yang terjadi berulang-ulang belakangan ini, warga mulai terbiasa namun begitu ada juga beberapa warga yang merasa ketakutan.

Memperhatikan peristiwa kegempaan yang rutin terjadi dan pusat gempa juga tidak jauh dari Kota Medan, sebagian kalangan berpendapat seharusnya Pemko Medan aktif meninjau dan menggali informasi tentang bencana alam serta memberikan informasi kepada masyarakat. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi opini bebas yang meresahkan di tengah-tengah masyarakat Kota Medan.

Masyarakat terkesan tidak peduli oleh ancaman dari gempa bumi, seperti yang terakhir terjadi hari ini terlihat masyarakat di sekitar Kecamatan Medan Sunggal tampak keluar dari rumah namun tidak mencari lokasi aman untuk berlindung. Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian khusus dari Pemko Medan untuk memberikan edukasi tentang bencana alam kepada warganya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Agar kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemko Medan terlihat dan berfungsi dengan baik, alangkah baiknya Walikota Medan menginstruksikan untuk memberikan edukasi tentang Mitigasi Bencana kepada seluruh warga Kota Medan,” demikian dikatakan oleh aktivis lingkungan hidup Elkana Gurusinga kepada Sora Sirulo tak lama setelah terjadi gempa pada Pkl. 00.17 Wib.




Leave a Reply