Kolom Asaaro Lahagu: Taktik Akhir, Agus Alihkan Dukungan Kepada Anies?

0
275





Para pendukung Ahok nyaris terlena. Mereka sibuk meyakini bahwa Ahok menang satu putaran. Kalau Ahok sulit menang 1 putaran, minimal masuk 2 putaran. Mayoritas survei menyimpulkan demikian. Ahok unggul di kisaran 35-40%, Anies 27-33% dan Agus 20-27%. Dari hasil survei ini, Anies sangat berpotensi menjadi lawan Ahok pada putaran ke dua. Agus tersingkir.

Hasil-hasil survei yang menempatkan Agus di posisi buncit, membuat instink Kubu Cikeas dan para pejuang khilafah berubah total. Ada apa gerangan? Ternyata ikrar pada Aksi 112 isinya adalah Ahok harus disingkirkan. Ketika elektabilitas Agus terjun bebas, para pendukung Paslon 1 yang diotaki para pejuang khilafah, kini benar-benar kalap.

Para pejuang khilafah yang berusaha mengganti ideologi Pancasila bergerak cepat. Awalnya mereka menebeng Cikeas dengan cara berjuang memenangkan Agus untuk menjegal Ahok. Namun ketika elektabilitas Agus merosot, kini para pejuang khilafah itu dengan cepat merapat ke Kubu Anies.

Kini, mereka sedang berjuang mempengaruhi umat untuk mengalihkan dukungan kepada Anies. Bagi mereka, Anies adalah harapan baru. Anies yang telah bertemu dengan Habib Rizieq sebelumnya, bisa menjadi alternatif dalam upaya memperjuangan negara khilafah.

Pertemuan pada Aksi 112 merupakan ikrar para pejuang khilafah yang berasal dari komplotan Cikeas dan Hambalang. Acara gandeng tangan, sumpah dan tunduk kepada perintah Imam besar FPI Habib Rizieq adalah sebuah pesan nyata. Inilah saatnya radikalisme berkuasa atas Indonesia.

Untuk mewujudkan impian itu, maka tidak ada cara lain selain berjuang mati-matian dan mengalihkan dukungan kepada Anies-Sandi agar menang satu putaran. Aksi 112 yang memperlihatkan Agus-Anies bergandeng tangan, adalah sinyal adanya pengalihan dukungan itu. Apa artinya?

Para pejuang khilafah benar-benar semakin kalap. Tempat ibadat pun dimanfaatkan. Mereka tidak lagi peduli pada demokrasi. Perjuangan mereka hanya satu, jegal Ahok yang double minoritas. Jangan beri tempat bagi mereka yang bukan Islam duduk sebagai pemimpin. Lalu bagaimana caranya?

Menjelang pencoblosan, para pejuang khilafah berusaha membuat Paslon 1 mundur tidak resmi. Artinya, mundur secara pasif, mundur secara diam-diam alias mengalah. Peraturan Pilkada jelas tidak memperbolehkan Paslon mengundurkan diri secara terbuka. Ini berarti the designer di Kubu Hambalang dan Cikeas bersepakat mengarahkan pendukungnya untuk memilih Anies.

Strategi mengalihkan dukungan di last minutes, akan membuat pendukung Ahok dilanda kepanikan, sebab strategi ini di luar prediksi mereka. Dukungan para pejuang khilafah kepada Anies jelas sangat berpotensi membuat Pilkada 1 putaran dengan kemenangan pasangan Anies-Sandi. Operasi untuk mengalihkan dukungan sudah mulai dilakukan secara masif, sistematis dan terstruktur pasca debat kandidat, Jumat 10 Februari.

Kini para khalifah mengeluarkan kekuatan penuh baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Mereka berjuang habis-habisan untuk mempengaruhi umat pendukung khalifah untuk mengalihkan dukungan kepada Anies.

Apakah SBY juga akan mengalihkan dukungan kepada Anies secara diam-diam? Instink militer SBY berkata demikian. Publik mungkin menduga bahwa SBY dan Prabowo sulit dan mustahil bersatu. Ego mereka masih sangat tinggi. Namun ketika menghadapi musuh bersama, kedua kubu bersatu.

Setelah melodrama, melankolis sebagai pihak yang dizalimi gagal, plus elektabilitas Agus yang anjilok, membuat SBY cepat mengubah strategi. SBY kini berhitung bahwa para pendukung Ahok pasti yakin Pilkada 2 putaran.

Dengan keahliannya di bidang strategi, SBY kini langsung membuat kejutan, melimpahkan dukungan kepada Anies agar menang 1u putaran. Bagi SBY pelimpahan dukungan kepada Paslon 3 akan mempunyai posisi tawarnya tetap kuat ke depannya. Lagi pula, kemenangan yang diraih Paslon 3 masih jauh lebih baik timbang Paslon nomor 2.

Maka, demi menjegal Ahok dan memenangkan pasangan Anies-Sandiga, persiapan serangan fajar saat ini sedang dilakukan. Apa isi serangan fajar yang dimaksud di sini? Jelas bukan serangan fajar dengan membagi-bagikan uang, namun serangan fajar lewat doa di masjid-masjid. Serangan fajar esok dini hari 15 Februari: pengalihan dukungan.




Kalau serangan fajar membagi-bagikan uang, sudah pasti diantisipasi dengan baik oleh aparat dan Bawaslu. Namun serangan fajar doa dan upaya mengalihkan dukungan, sulit diatasi. Selesai doa, maka para pejuang khilafah beserta para pendukungnya, akan berusaha mati-matian mempengaruhi umat agar berbalik mendukung Paslon 3. Pokoknya, kerahkan semua sumber daya untuk mendukung Paslon 2 agar menang 1 putaran lewat serangan fajar.

Jika akhirnya Paslon tiba-tiba menang satu putaran, sementara suara kepada Paslon satu benar-benar anjilok, itu adalah kejutan paling mematikan kepada para pendukung Ahok. Para pendukung Ahok mungkin tidak pernah membayangkan bahwa Anies menang satu putaran. Pun mereka tidak pernah membayangkan bahwa bahwa Agus rela mundur secara pasif. Strategi SBY dan para pejuang khilafah itu mungkin yang tidak pernah diprediksi oleh para pendukung Ahok.

Nah, mumpung masih ada waktu beberapa jam lagi. Tim sukses Ahok harus mengantisipasi strategi maut para lawan Ahok.

Strategi akhir: Alihkan dukungan kepada Anies, lakukan serangan fajar di seluruh rumah ibadah pada subuh dini hari. Apakah tim sukses Ahok siap menghadapi taktik jitu para khilafah dan strategi paling akhir SBY ini?

Leave a Reply