Harga Jeruk Karo di Pasar Induk Laucih (Medan)

0
611
Foto: Hense Rando Perangin-angin

 

ARJUNA KEMBAREN. MEDAN Pagi dini tadi [Rabu 22/2], terjadi kenaikan untuk jeruk madu asal Karo yang kini namanya sedang dipopulerkan menjadi JERUK KARO. Naiknya harga JERUK KARO atau biasa disebut juga Jeruk Madu karena rasanya yang manis dan gurih bak madu adalah akibat menurunnya jumlah hasil panen di Dataran Tinggi Karo.

Ini memang sudah gerakan musim tahunan. Pohon jeruk paling menghasilkan jeruk masak hingga sebulan ke depan. Pada bulan April buah jeruk betul-betul kosong hingga bulan Juni muncul kembali hasil panen buah jeruk.

“Sepanjang bulan April, betul-betul kosong panen jeruk. Bahkan hanya untuk makanan anak-anak di ladang saja sulit sekali menemukan satu buah jeruk pun juga,” kata seorang pedagang Jeruk Karo di Pasang Induk Laucih (Medan) kepada Sora Sirulo di pagi dini tadi.

90% jenis Jeruk Madu yang beredar di Medan serta yang dijual di tempat-tempat lain dan disebut Jeruk Medan sesungguhnya berasal dari Urung Liang Melas, Dataran Tinggi Karo. Urung ini adalah wilayah dari merga Kembaren yang menurut legendanya berasal dari Pagaruyung lewat Bangko (Aceh Selatan) dan Silalahi tiba di Gunung Meriah sebagai kampung tertua di Urung Liang Melas.

Mereka menjadi panglima utama dari Sibayak Kutabuluh yang merga Perangin-angin Kutabuluh. Sehubungan pula Sibayak Kutabuluh yang keturunannya menjadi Sultan Langkat, wilayah Kembaren ini pun meluas hingga ke Bahorok dan bahkan ke Pulau Kampai, asal terasi/ belacan tergurih di Indonesia.

Adapun kenaikan harga Jeruk Karo dari sebelumnya sekitar Rp. 1.000/ Kg untuk setiap jenisnya. Di bawah ini adalah harga Jeruk Karo pagi tadi sebagaimana dicatat oleh Sora Sirulo di Pasar Induk Laucih (Medan).

 

Harga Jeruk Karo (Jeruk Madu):

– Kelas Liang Melas (super) Rp. 18.000/ Kg

– Kelas AB Rp. 11.500

– Kelas C Rp. 8.000/ Kg

– Kelas Metek (Anak) Rp. 5.500/ Kg



Leave a Reply