Wilayah Urung Sukapiring (Delitua)

0
453
Kampung Karo, Delitua di masa kolonial.

Oleh: Edison Gerneng (Medan)

Ini adalah data yang diberikan Datuk Zulkifli Sukapiring Karo Sekali kepada saya. Datuk Zulkifli ini adalah terpuk atau garis keturunan (penerus) dari Raja Urung Sukapiring yang wilayahnya sekarang ini meru[akan bagian dari Kabupaten Deliserdang.

Sukapiring adalah juga merupakan sebuah kesatuan ritual (ritual unit) yang mmiliki ciri-ciri sendiri walaupun tetap merupakan bagian dari bicara (adat) Karo. Bicara Sukapiring masih terlihat dijalankan di dalam acaa-acara perkawinan, kematian, memasuki rumah baru (mengket rumah) dan beberapa ritual lainnya.

Berikut ini adalah kampung-kampung (kuta) yang termasukbagian dari Urung Sukapiring dan menggunakan Biacara/ adat sukapiring (Berdasarkan tulisan Hallewijn tahun 1875):

Kampung Baru, Panjabrangan, Aras Dadap, Lalang Pansehan, Mancang, Tebing Tinggi/ Sungai, Mati, Maraban, Banoewang, Kesawan, Namorambe, Jaba, Tangkahen, Batu Gemuk, Batu Mbeloen, Rumah Mbacang, Namo Landoer, Namo Siluwe, Suka Moelia, Laja, Saran Poene, Simeme, Bengkurung, Batunding, Salabulan, Bekukul, Durin Tapong, Namo Pinang, Limo Mungkur, dan Kuta Bungke.

Begitulah luasnya daerah Urung Sukapiring, mulai dari Dataran Tinggi hingga Dataran Rendah, tetapi nama-nama daerah tersebut sudah tidak banyak yang sesuai lagi dengan sekarang.

Dapat ditambahkan, ada 2 urung Karo yang bernama Sukapiring. Satunya terletak di Karo Jahe (Karo Bagian Hilir) dan satunya lagi di Karo Gugung (Dataran Tinggi Karo. Keduanya adalah urung dari merga Karo Sekali dengan hubungan yang erat sekali dengan merga Meliala. Sukapiring Jahe beribukota Delitua, dan Sukapiring Gugung beribukota Seberaya.

Hubungan antara keduanya tercermin juga di dalam legenda Putri Hijau. Putri Hijau berasal dari Seberaya yang kemudian berangkat ke Delitua yang dulunya adalah pusat Kearajaan Haru. Benteng Kerajaan Haru yang sekarang telah dijadikan lokasi perumahan ini terletak di Delitua lama, tak jauh dari Pasar Delitua.




Leave a Reply