Baru Menjabat Dirut PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya Digugat Para Karyawan

1
580

MAJA BARUS. MEDAN. Komisi C DPRD Kota Medan mendukung langkah para karyawan PD Pasar Kota Medan yang melaporkan masalah Dirut PD Pasar Kota Medan (Rusdi Sinuraya) yang dinilai arogan dalam memimpin bawahannya. Selain itu, Rusdi Sinuraya juga dituding mempekerjakan oknum polisi, Bripka Jhon Paul Simanjuntak yang dinilai pada karyawan PD Pasar Kota Medan sebagai Dirut PD Pasar Kota Medan bayangan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Medan (Anton Pangabean mengungkapkan sejak dari awal, pihaknya keberatan dengan pengangkatan Rusdi Sinuraya sebagai Dirut PD Pasar Kota Medan. Mengingat, Komisi C tidak dilibatkan dalam pemilihan direksi PD Pasar Kota Medan itu.

“Inilah hasilnya, pemilihan Direksi PD Pasar yang dipilih oleh akademisi. Kami tidak dilibatkan. Kami mendukung para karyawan PD Pasar untuk mempertahankan haknya agar tidak diberhentikan dari PD Pasar,” paparnya saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan karyawan PD Pasar Medan itu di ruang komisi C DPRD Kota Medan [Selasa 28/2].

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Medan (Zulkifli Lubis) mengungkapkan, Komisi C DPRD Kota Medan akan memanggil Dirut PD Pasar Kota Medan untuk memperjelas masalah tersebut.

“Saya dengar juga tadi, orang PD Pasar ini juga akan melaporkan masalah ini ke polisi. Silahkan saja, untuk membongkar masalahnya,” ungkapnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Medan (Dame Duma) mengaku prihatin dengan masalah tersebut. Mengingat, sebelum Rusdi Sinuraya memimpin PD Pasar Kota Medan itu, tidak ada masalah kekisruhan yang terjadi yang membuat perpecahan antara para karyawan PD Pasar dengan Dirutnya.

“Saya prihatin dengan masalah ini. Saya jamin tidak akan terjadi apa-apa dengan kalian. Yang penting jangan anarkis,” ujarnya.

Mewakili karyawan PD Pasar Kota Medan, Kepala Bagian Usaha PD Pasar Medan, Aidil Sofyan mengungkapkan sejak Rusdi Sinuraya memimpin PD Pasar Kota Medan, Rusdi mempekerjakan oknum polisi Bripka Jhon Paul Simanjuntak sebagai Dirut PD Pasar Kota Medan.

“Si Jhon Paul Simanjuntak itulah yang sering memerintahkan kami untuk pulang kerja sampai jam enam pagi. Padahal, cuma sekedar bincang-bincang sajanya. Menurut si Jhon Paul itu merupakan proses pengkaderan untuk menempatkan posisi-posisi kosong di PD Pasar,” ungkapnya.

Selain itu, para karyawan PD Pasar Kota Medan juga dimintai upeti agar bisa bertahan dan tidak dipecat dari PD Pasar Kota Medan. “Kami inilah yang jadi korban dan kami mau dipecat. Makanya, kami minta bantuan ke dewan,” paparnya.




1 COMMENT

Leave a Reply