Kolom M.U. Ginting: ARAH EKONOMI

0
200

“Kita lihat dari pertumbuhan ekspor 3-4 tahun terakhir setiap bulan naiknya sedikit sekali, kebanyakan negatif. Namun, akhir 2016 angka ini naik positif, pertumbuhan ekspor membantu menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Ekonom DBS Group Research, Gundy Cahyadi [Selasa 28/2) (merdeka.com).

Bahwa perubahan perkembangan positif ekonomi Indonesia dan semua negeri berkembang dunia pastilah akan terlihat lebih baik mulai dari 2017 memang sangat meyakinkan. Sebab utama bisa dipastikan ialah berlakunya permulaan perubahan sistem ekonomi dunia yang tidak dikendalikan lagi oleh neolib AS (Obama was the last gasp of neoliberalim).

Berkat keberhasilan nasionalist Trump terpilih jadi Presiden AS negara adi daya yang selama abad lalu telah menentukan perkembangan ekonomi dunia dengan sistem utang sebagai alat mencekik dan mengatur negara lain dan terutama negeri berkembang seperti Indonesia.

Trump bikin politik kepentingan AS yang sama sekali baru dan berkebalikan dari cara lama neolib AS. Trump mengutamakan dan menghormati kepentingan nasional tiap negara dan memberikan kesempatan kepada tiap negara untuk menyelesaikan masalah ekonominya tanpa campur tangan dari siapapun, terutam tidak lagi dari AS sebagai negara adidaya dunia itu.

‘America First’ katanya. Sebagian mengatakan bahwa Trump juga neoliberal dengan istilah ‘national neoliberalism’. Tetapi perbedaan hakiki ialah bahwa neoliberalis internasional selama ini telah menjajah dunia, memecah belah dan meruntuhkan kekuasaan yang tidak memihak neolib seperti Soekarno,  dan mencekik dunia dengan utang besar dan dengan jelas sudah memiskinkan rakyat-rakyat dunia terutama negeri berkembang. ‘National neoliberalism’ Trump bikin arah sebaliknya.

Trump dalam pidato pelantikannya mengatakan:

“We will seek friendship and goodwill with the nations of the world – but we do so with the understanding that it is the right of all nations to put their own interests first.

We do not seek to impose our way of life on anyone, but rather to let it shine as an example — we will shine — for everyone to follow.”

Jadi prinsip Trump ialah menghormati tiap nation dunia yang memperjuangkan dan mengutamakan kepentingan nasionalnya, tidak bedanya dengan AS sendiri yang akan dia pimpin di masa mendatang ini.

Trump ingin bikin AS bersinar lagi dan jadi contoh bagi semua. Bukan karena mendikte keinginannya atas negara-negara lain seperti pada abad lalu, tetapi dengan usaha mengutamakan kepentingan nasional AS dan kaum buruh AS yang selama ini dilupakan, dengan membangun kembali industri yang sudah dibawa keluar oleh komplotan neolib itu.




Karena itu, fabrik-fabrik AS yang pindah ke luar negeri akan didenda atau produksinya akan dipajaki tinggi kalau masuk ke AS. Contoh konkretnya ialah fabrik mobil Ford dan Toyota yang mau pindah ke Mexico. Karena ancaman Trump yang serius dengan pajak tinggi kalau produksinya masuk ke AS, kedua perusahaan itu tidak jadi hijrah ke Mexico.

Ini juga yang telah menjadi sengketa tajam dengan China. Banyak fabrik tutup di AS bikin pengangguran dan bikin miskin kaum buruh AS, terutama di daerah yang dinamakan ‘rust belt’. Ini adalah daerah-daerah industri yang telah ditinggalkan ‘berkarat’ karena hijrah ke luar negeri, ke negeri murah tenaga kerja seperti China itu.

Neolib sekarang menyanjung China sebagai ‘pengikut setia free trade neolib’ karena menentang Trump dalam soal perdagangan bebas. Nasib China sangat tergantung dari fabrik-fabrik neolib di China dan produksinya bisa masuk tanpa pajak ke AS. Nasibnya ini sekarang di tangan Trump. Nyawa China tergantung dari produksinya yang bisa laku di seluruh dunia terutama Eropah dan AS. Eropah dengan UEnya masih termasuk proyek neolib, tetapi AS Trump bukan lagi proyek neolib, tetapi proyek nasionalis Trump. Musuh utama neolib ialah ‘nasionalisme’ yang mereka takut katakan. Mereka memakai nama nama ‘populisme’ untuk yang sebenarnya adalah nasionalisme.

Menkeu Mulyani mengusir neolib JP Morgan karena bikin riset yang dianggap bermaksud untuk menakut-nakuti investor bikin ivestasi di Indonesia. Neolib AS akan bikin ivestasi di mana saja yang menguntungkan seperti di China itu, walaupun menghancurkan ekonomi AS dan kaum buruh AS tertimpa pengangguran besar-besaran. Neolib sekarang akan berpikir 2 kali kalau mau investasi di Indonesia atau di AS.

Washington Consensus tidak bisa lagi dipaksakan untuk mengatur ekonomi negeri berkembang. Sebaliknya Indonesia seperti Trump juga akan mengajak semua ikut investasi di Indonesia, dengan persetujuan bilateral, tanpa campur tangan organisasi ke 3 seperti TPP yang sudah dicoret oleh Trump begitu jadi presiden hari partama.

Sekarang, siapa saja boleh jadi partner dalam perdagangan. Syaratnya hanya menguntungkan bagi tiap pihak, atas persetujuan bersama (bilateral) dan tiap pihak berprinsip menghormati dan menghargai dasar-dasar kepentingan nasionalnya lebih dahulu. Tidak ada organisasi ke 3 atau kekuasaan luar yang lebih tinggi mencampuri persetujuan bilateral.

Inilah sebab-sebab utama mengapa ekonomi dunia dan terutama negeri-negeri berkembang akan bikin perubahan signifkan dalam menangani dan memajukan ekonominya.

Leave a Reply