Wali Kota Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Simpatik Toba 2017

2
285

MAJA BARUS. MEDAN. Wali kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi menghadiri Apel Gelar pasukan Operasi Simpatik Toba 2017 di Lapangan Merdeka Medan [Rabu 1/3]. Apel ini digelar untuk mengetahui seberapa jauh kesiapan personel maupun sarana dan prasarana pendukung, sehingga operasi yang dijalankan optimal.

Gubsu, Ir H T Erri Nuradi MSi bertindak sebagai inspektur apel yang mengusung tema, “Meningkatkan Kesadaran Kepatuhan Masyarakat Dalam Berlalulintas Guna Mewujudkan Kamseltibcar Lantas Di Wilayah Sumatera Utara , Khususnya Kota Medan”.

Operasi Simpatik Toba 2017 ini turut dihadiri Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Drs Andi Ludianto, Wakapoldasu, Brigjen Pol Agus Andrianto, Kapolresta Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho, Dandim 0201/BS, Kol Inf Bambang Herqutanto, Dansat Brimob Poldasu, perwira tinggi di Mapoldasu dan Mapolrestabes Medan, pimpinan SKPD serta camat.

Dalam arahannya membacakan sambutan tertulis Kepala Korps lalu Lintas Polri, Gubsu mengatakan, Operasi Simpatik Toba 2017 yang menyasar pemeriksaan kelengkapan surat-surat berkendara dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

“Pelanggaran batas kecepatan, pelanggaran rambu lalu-lintas tetap akan ditindak!” tegas Gubsu.

Sikap tegas ini dilakukan, jelas Gubsu, guna menurunkan maupun meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, Oprasi Simpatik Toba 2017 ini lebih mengedepankan tindakan persuasif dam edukasi kepada masyarakat.

Meskipun mengedepankan tindakan persuasif dan edukasi, Gubsu menegaskan polisi tak segan memberikan bukti pelanggaran kepada pengendara yang melanggar lalu-lintas. Selanjutnya papar dia, data jumlah pelanggaran lalu lintas berupa tilang tahun 2016 sebanyak 5.439.052 kasus dan tahun 2016 sebanyak 6.272.375 kasus, brartin ada kenaikan sekitar 15%. Sedangkan teguran, jelasnya, tahun 2015 sebanyak 2.526.162 pelanggaran dan tahun 2016 sebanyak 2.225.404 pelanggaran, sehingga terjadi penurunan -11%.

“Untuk kecelakaan lalu lintas tahun 2015 sebanyak 98.970 kejadian, sedangkan tahun 2016 sebanyak 105.374kejadian, sehingga terjadi kenaikan sekitar 6%. Sementara itu untuk korban meninggal dunia tahun 2015 sebanyak 26.495 orang, sedangkan tahun 2016 sebanyak 25.859 orang. Artinya, terjadi penurunan sekitar -2%,” paparnya.




Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi sangat mengapresiasi dan mendukung digelarnya dilaksanakannya Operasi Simpatik Toba 2017. Melalui operasi ini diharapkannya, dapat meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Di samping itu melalui instansi terkait (Dishub Kota Medan), kita selalu mengajak masyarakat untuk menjadikan tertib lalu lintas ini menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat. Sebab, tertib berlalu-lintas ini dapat terwujud jika didukung penuh seluruh lapisan masyarakat,” jelas Wali kota.

Apel Gelar Pasukan Operasi Simpatik Toba 2017 ini ditandai dengan pemeriksaan peserta apel yang dilakukan Gubsu bersama Kapoldasu didampingi Wakapoldasu, Wali Kota, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Sumut dan Medan. Setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan pita secara simbolis kepada tiga petugas dari Satlantas, Polisi Militer dan Dinas Perhubungan.




2 COMMENTS

  1. “Operasi Simpatik Toba”, dari mana istilah atau nama ‘toba’ ya? Bisa juga dibikin simpatik Pakpak atau simpatik Mandailing kalau istilah Toba dari kata etnis Toba salah satu suku asli Sumut. Kalau dari asal usul dan sejarah kota Medan sendiri yang erat kaitannya adalah dengan etnis Karo, karena kota Medan dibangun oleh Patimpus Sembiring Pelawi. Jadi kalau pakai istilah operasi simpatik Patimpus sangat masuk akal untuk dimengerti. Istilah ‘Toba’ tak ada kaitannya dengan sejarah kota Medan sendiri.
    MUG

Leave a Reply