Update Kursus Aksara Karo: Selalu Ada Peserta Baru

0
216

Oleh: Hevi S. Tarigan (Medan)

 

Telah 3 kali pertemuan dalam Pelatihan Aksara Karo yang berlangsung di Yayasan Pendidikan CERDAS BANGSA, Namorambe. Pari ke 4 kemarin [Sabtu 4/3] rasa semangat saya sebagai pengajar bertambah. Seperti layaknya api yang lagi membara.

Tidak lain itu disebabkan karena setiap pertemuan selalu ada bertambah peserta pelatihan. Dan, berketepatan pada pertemuan ke 4 Pelatihan Aksara Karo itu, saya kedatangan peserta yang masih duduk di Kelas 1 SD. Edu Paska Tarigan Gerneng begitulah namanya yang tidak lain dia adalah putra dari Pak Edison Tarigan Gerneng.

Dia yang masih baru lepas dari Balita saja rasa ingin tahunya tentang Aksara Karo sangat tinggi. Dia berani menjawab beberapa pertanyaan yang saya lontarkan kepada dia. Dari semangat dan rasa ingin tahunya membuat saya bahagia. Bertambah pula semangat saya buat belajar dan mengajar.

Terakhir, setelah pelatihan selesai, semua peserta minta berfoto. Saya mendapat motivasi dari candaan yang terlontar dari Edu Paksa Tarigan Gerneng. Di saat kami berfoto berdua, dia berkata kepada saya sambil mengepalkan tangannya: “Iyah min, kak ban tanndu gelah teh kalak kita semangat.” (Ayok kakak, gerakkan tangan kakak agar semua orang tahu kita itu semangat).

Sejenak saya tersipu dan karena rasa bahagia saya. Saya tidak merasa air mata saya pun mengalir melinangi pandangan. Di dalam hati, saya berkata: “Anak yang masih belia saja mempunyai semangat yang tinggi untuk mempelajari sebuah aksara yang sekarang ini sudah hampir punah.”

Jujur, saya malu pada diri sendiri karena perkataan Edu kepada saya. Tapi itu membuat saya semakin semangat dalam belajar dan mengajar tentang aksara Karo. Saya sangat bangga mempunyai peserta seperti Edu.

Catatan:

Kata BELAJAR (bukan hanya MENGAJAR) saya dapat dari Bengkila Juara R. Ginting yang berkata pada saya lewat telefon kemarin sore: “Proyek ini bukan hanya agar kam mengajari orang-orang menguasai Aksara Karo, tapi juga untuk melatih kam bisa menjadi pakar Aksara Karo di suatu saat nanti dan sekaligus sebagai pengajar kawakan.” Dia jugalah yang mendorong saya menulis seperti ini sebagai evaluasi psikologis untuk diri saya sendiri dan dipublikasi agar publik dan sponsor tahu proyek sedang berjalan dengan baik.






Leave a Reply