Awal-awalnya Karo Menjadi Centra Sayur dan Buah

0
292

Oleh: Bastanta P. Sembiring

Sejak dahulu, Karo sudah sangat diperhitungkan dalam hal memasok sayur-sayuran dan buah-buahan, bukan hanya secara lokal (Sumatera Utara), akan tetapi juga secara global.

Sejarah mencatat, sejak dibukannya jalan raya penghubung Karo Gugung (Dataran Tinggi) dengan Karo Jahe (Pesisir Timur Sumatra) sekitar tahun 1909 hingga 1913, dan pada 1914 layanan bus dari dan ke Kabanjahe diadakan oleh beberapa perkebunan Eropa 2 kali seminggu, setahun kemudian (1915) baru resmi beroperasi bus yang melayani penumpang dan barang (Medan Kabanjahe).

Sejak saat itu, sayur dan buah-buahan dari Dataran Tinggi Karo telah merajai pasar sekitarnya, terutama di Medan.

Di tahun 1916, tercatat untuk produksi kentang saja asal Berasagi dan Kabanjahe sekitar 972 ton dikirim ke Pinang, 1.036 ton ke Singapura, dan 131 ton ke pulau-pulau lainnya. Sepuluh tahun kemudian (1926), tercatat Belawan mengekspor lebih dari 4.000 ton kentang dan 2.000 ton kol asal Dataran Tinggi Karo.

Maka, sangatlah wajar jika kemudian Taneh Karo dikenal sebagai surga sayuran Asia.





Leave a Reply