Melihat hasil resmi Pemilihan Kepala Daerah DKI Putaran 1, saya pada aalnya merasakan keraguan akan terpilhnya Ahok dan Djarot kembali menjadi pemimpin DKI 5 tahun mendatang. Dengan isu  yang begitu bertubi-tubi diarahkan ke Ahok, nyata membuat pemilih Ahok berubah haluan. Beda 3% itu menjadi bukti bahwa isu penistaan agama mempengaruhi elektabilitas pasangan BaDja. Keraguan saya semakin bertambah karena membayangkan 17% suara AHY akan otomatis beralih ke pasangan Anis-Sandiaga.

Di sebuah tayangan Mata Najwa 15 February 2017, Annis Baswedan juga terlihat yakin pasangannya akan menang pada Putaran 2, 19 April 2017 nanti. Analisanya sederhana, basis pemilih AHY dan Anis, menurut Anies, sama; yaitu menginginkan Jakarta yang baru. Baru yang dimaksud adalah gubernurnya diganti. Dalam tayangan itu, bisa dilihat di YouTube, Anis mengatakan 57% suara DKI akan memilihnya. Jumlah itu didapat dari 40% pemilih Anis dan 17% pemilihih AHY pada putaran pertama.

Ternyata saya yang dari keluarga petani tidak jauh beda dengan Pak Anies yang keturunan Arab Yaman ini. Analisa kami hampir sama. Wajar rasanya saya ragu akan kemenangan bagi sosok yang saya kagumi, yakni Ahok.

Senin 6 Maret 2017, lembaga survei MEDIAN (Media Surve Nasional), seperti yang diberitakan Kompas online, bahwa keterpilihan Anies – Sandiaga sebesar 46.3%. Sedangkan keterpilhan Ahok-Djarot  sebesar 39.7%. Yang belum menentukan pilihan sebesar 14%. Kemudian Selasa 7 Maret 2017, masih mengacu ke pubilkasi Kompas online, Denny JA merilis surveinya. Hasilnya adalah keterpiilhan Pasangan Nomor 2 sebesar 40%, sedangkan untukPpasangan Nomor 3 sebesar 49.7 %. Yang belum menentukan pilihan berada pada 9.2 %.  Kesimpulannya, berdasarkan 2 survey ini Pasangan Nomor 3 yang kemungkinan akan memang.

Bagaimana pendapat anda? Saya punya pandangan lain.

Sebelum saya utarakan, saya paparkan dulu pendapat Asaaro Lahagu tentang potensi kemenangan putaran ke-2. Tulisan Asaaro yang dimuat February 2017 di SORA SIRULO mengatakan, Ahok-Djarot tetap akan memenangkan pertarungan. Logika  seperti yang disampaikan oleh Anis di Mata Najwa kelihatannya tidak otomatis. Analisa beliau bahwa pendukung AHY adalah Nasionalis, bukan agamais.

Ketika membaca tulisan tersebut, saya sedikit yakin atas argumen yang disampaikan. Dengan kata lain, lebih banyak ragunya. Akan tetapi survey terbaru yang di keluarkan 2 lembaga survey baru-baru ini membuat keraguan itu semakin luntur, dan beralih menjadi semakin yakin. Analisa bahwa pendukung AHY otomatis beralih ke Pasangan Nomor 3 dengan jelas dipatahkan oleh hasil survey ini. Dari kedua hasil survey tidak ada yang mendapatkan hasil untuk Pasangan Nomor 3 sebesar 57%, maksimal mendekati 50%.

Bagi saya pribadi, survey ini bukanlah tanda kekalahan Ahok-Djarot. Hasil survey tersebut justru tanda kemenangan itu mulai terlihat. Apalagi  persentase yang belum menentukan pilihan cukup besar.

Selain itu, analisa Asaaro Lahagu patut dipuji karena beliau sudah memprediksi bahwa SBY akan segera menemui Jokowi. Kemarin, Kamis 9 Maret 2017, itu sudah terjadi. Jika benar seperti yang diperkirakan oleh Asaaro, ditambah lagi data hasil survey terbaru, maka tentu putaran ke dua kemungkinan dimenangkan oleh Ahok-Djarot.







Leave a Reply